RADAR TULUNGAGUNG - Pasar Rejotangan yang berada di Desa/Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung seharusnya masih bisa dikembangkan.
Jika dikelola dengan baik, pasar itu digadang-gadang bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang sangat potensial.
Anggota Komisi C DPRD Tulungagung, Dio Jordy Alvian melihat potensi besar yang ada di Pasar Rejotangan. Dalih itu berdasarkan beberapa alasan.
Pertama, Pasar Rejotangan merupakan muka Kabupaten Tulungagung di sebelah timur.
Warga luar daerah, pasti akan melintasi Pasar Rejotangan jika melalui jalur timur.
Kedua, Pasar Rejotangan terdiri dari penjual atau pembeli tidak hanya dari Tulungagung saja.
Melainkan juga warga Kabupaten Blitar, contohnya warga Kecamatan Wonodadi, Srengat ataupun Kademangan.
“Makanya pasar yang seharusnya dikembangkan atau dibangun adalah Pasar Rejotangan. Hal ini sudah saya sampaikan saat rapat hearing bersama dengan perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung,” paparnya.
Dio mengungkapkan Pasar Rejotangan sudah lama belum merasakan perbaikan.
Padahal kalau misal bisa dibangun, Dio yakin pasar itu bisa memberikan PAD yang sangat maksimal untuk Tulungagung.
“Saya kemarin mencoba mencari tahu, ternyata PAD yang didapat dari Pasar Rejotangan itu masih lebih tinggi dari Pasar Panjerejo,” katanya.
Namun demikian, perlu dana yang tidak sedikit untuk melakukan perbaikan dan pengembangan.
Mengingat kondisi pasar yang telah lama belum mendapatkan sentuhan perbaikan.
Estimasinya sekitar 6-10 miliar (M). Tergantung berapa banyak kios yang diperbaiki.
“Kebetulan ada peralihan pimpinan bupati, tentu saya berharap bupati baru bisa merealisasikan pembangunan Pasar Rejotangan,” tutupnya
Editor : Mukhamad Zainul Fikri