RADAR TULUNGAGUNG - Merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) berimbas terhadap penjualan daging sapi di Tulungagung.
Meski harga tidak naik, tetapi penjual di Tulungagung merasakan penurunan pembeli. Jika terus terjadi, pedagang rugi semakin besar.
Baca Juga: Kisah Mbah Dunuk, Manusia Tertua di Tulungagung Berusia 150 Tahun
Seperti dirasakan Arifin, salah seorang penjual daging sapi di Pasar Ngemplak Tulungagung.
Dia mengaku, PMK menyebabkan masyarakat kurang berminat membeli daging sapi meski harga daging cenderung stabil.
Biasanya, dia bisa menjual daging sapi sekitar 25 kilogram per hari. Namun sekitar dua minggu terakhir hanya laku sekitar 15-20 kilogram.
Baca Juga: Dugaan Kasus Korupsi di Desa Tanggung Tulungagung Segera Masuk Tahap Dua
"Pembeli daging sapi kini cenderung sepi. Ini terjadi sekitar dua minggu terakhir. Mungkin karena adanya isu PMK yang merebak membuat masyarakat takut membeli daging sapi," ungkapnya.
Menurut Arifin, harga daging sapi masih normal seperti hari biasanya.
Yakni sekitar Rp 120 ribu per kilogram. Harga ini cukup stabil diibandingkan harga daging di awal isu PMK sekitar Rp 100 ribu per kilogram.
Minimnya pelanggan membuat Arifin memutar otak supaya daging sapi cepat laku.
Dia menyiasati dengan menurunkan harga daging sekitar Rp 117 ribu per kilogram jika daging sapi belum laku sampai siang.
"Jika belum laku, biasanya saya turunkan jadi Rp 117 ribu per kilogram. Ini supaya daging sapi yang dijual masih bagus," terangnya.
Kondisi sebaliknya dialami pedagang daging ayam potong. Mereka tidak kehabisan pelanggan.
Parmi, salah satunya. Dia mengaku kini masih ada pelanggan yang datang untuk membeli. Harga ayam terkini sekitar Rp 33 ribu per kilogram.
"Dibandingkan pada libur Nataru, harga ayam naik Rp 32 ribu per kilogram, namun pada bulan Rajab ini naik Rp 33 ribu per kilogram," katanya.
Wanita paro baya tersebut melanjutkan, kenaikan harga daging ayam naik masih terbilang normal.
Dalam sehari, dia mampu menjual ayam sekitar 1,5 hingga 2 kuintal sehingga membuatnya meraup keuntungan.
Baca Juga: Jatuh Bangun Supraptieni Menjaga Eksistensi Kasur Kapuk di Tulungagung, Jaga Warisan Ibunda
Di sisi lain, harga daging ayam akan terus naik sampai menjelang Idul Fitri.
Disinggung soal wabah PMK, Parmi tidak menampik isu tersebut menjadi salah satu naiknya pelanggan daging ayam.
Menurut dia, sapi merupakan hewan besar sehingga perawatannya cukup sulit.
Dibandingkan dengan ayam, perawatannya tidak terlalu mahal, dan menjaga kesehatan ayam tidak terlalu sulit. ***
Editor : Dharaka R. Perdana