Radar Tulungagung - Berdasarkan pencarian google, nilai tukar mata uang dolar AS terhadap rupiah menyentuh angka Rp 8.170,65 pada Sabtu (1/2).
Apakah data tersebut akurat atau hanya kesalahan google, mari bahas lebih lanjut.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang mengalami fluktuatif pada musim perdagangan akhir pekan Jumat (31/1) kemarin.
Baca Juga: Pelabuhan Prigi Trenggalek Penggerak Ekonomi Strategis, Ini Penjelasannya
Fluktiasi ini disebabkan The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya. Diketahui pada penutupan perdagangan Kamis (30/1) kemarin, nilai tukar rupiah melemah 36 poin atau sekitar 0,215% sejumlah Rp 16.256 per dolar AS.
Namun, mengutip data Bloomberg pada Sabtu (1/2), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup dengan nilai Rp 16.256 per dolar AS.
Dengan data tersebut, mata uang rupiah melemah sekitar 48 poin atau setara 0,30 persen dari posisi Rp 16.256 per USD.
Baca Juga: Tak Hanya Menyehatkan, Olahraga Lari Juga Berpengaruh ke Ekonomi, Kok Bisa?
Penyebab turunnya mata uang dolar AS, dimungkinkan turun oleh beberapa hal. Adapun seperti kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), kondisi ekonomi di Indonesia, kondisi ekonomi global, dan sentimen pasar.
Lantas apakah meningkatnya nilai tukar rupiah ke dolar AS ini fakta atau hoax??
Penting untuk mengkonfirmasi lebih lanjut apakah meningkatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar ini fakta atau hoax.
Baca Juga: Disparitas Ekonomi di Tulungagung Bisa Terus Menganga, Begini Saran Pengamat
Adapun mencari informasi tersebut dapat dilakukan dengan memeriksa web resmi Bank Indonesia atau lembaga keuangan terpercaya lainnya.
Terkadang data yang ditampilkan oleh mesin pencari google eror, tidak akurat atau belum diperbarui. Lantas penting untuk memverifikasi informasi ke sumber-sumber terpercaya.(ziz)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz