TULUNGAGUNG - Pasar Rejotangan yang berada di Desa/Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung seharusnya masih bisa dikembangkan.
Jika dikelola dengan baik, pasar itu digadang-gadang bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang sangat potensial.
Namun, kalangan legislatif memprediksi biaya untuk melakukan tidaklah murah.
Yaitu membutuhkan dana setidaknya 5-10 Miliar (M).
Anggota Komisi C DPRD Tulungagung, Dio Jordy Alvian melihat potensi besar yang ada di Pasar Rejotangan.
Dalih itu berdasarkan beberapa alasan. Hal itu sebenarnya juga telah disampaikan kepada pihak eksekutif yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung.
Pertama, Pasar Rejotangan merupakan muka Kabupaten Tulungagung di sebelah timur.
Warga luar daerah, pasti akan melintasi Pasar Rejotangan jika melalui jalur timur.
Kemungkinan pasar ini untuk menjadi pusat oleh-oleh Tulungagung sebelah timur juga sangat terbuka.
Kedua, Pasar Rejotangan terdiri dari penjual atau pembeli tidak hanya dari Tulungagung saja.
Melainkan juga warga Kabupaten Blitar, contohnya warga Kecamatan Wonodadi, Srengat ataupun Kademangan.
“Makanya pasar yang seharusnya dikembangkan atau dibangun adalah Pasar Rejotangan. Hal ini sudah saya sampaikan saat rapat hearing bersama dengan perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung,” papar Dio.
Meski potensinya cukup tinggi, Dio mengungkapkan Pasar Rejotangan sudah lama belum merasakan perbaikan.
Padahal kalau misal bisa dibangun, Dio yakin pasar itu bisa memberikan PAD yang sangat maksimal untuk Tulungagung.
“Saya kemarin mencoba mencari tahu, ternyata PAD yang didapat dari Pasar Rejotangan itu masih lebih tinggi dari Pasar Panjerejo,” katanya.
Namun demikian, perlu dana yang tidak sedikit untuk melakukan perbaikan dan pengembangan.
Mengingat kondisi pasar yang telah lama belum mendapatkan sentuhan perbaikan.
Dio mengatakan kemungkinan estimasinya dana yang dibutuhkan sekitar 6-10 miliar (M). Tergantung berapa banyak kios yang diperbaiki.
“Kebetulan ada peralihan pimpinan bupati, tentu saya berharap bupati baru bisa merealisasikan pembangunan Pasar Rejotangan,” tutupnya.
Sementara itu, Kabid Pengelolaan Pasar Disperindag Tulungagung, Mohamad Khabib mengamini bahwa untuk melakukan perbaikan di Pasar Rejotangan memerlukan dana yang tidak sedikit.
Perlu komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif untuk mewujudkan rencana tersebut.
“Dana untuk melakukn perbaikan memang tidak sedikit. Perlu komitmen bersama untuk merealisasikan rencana ini,” pungkasnya.***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri