RADAR TULUNGAGUNG - Pedasnya cabai rawit semakin menjadi-jadi. Bayangkan baru saja melemah, harga cabai di pasaran Tulungagung tembus Rp 95 ribu per kilogram kemarin (24/2).
Melonjaknya harga cabai rawit ini kemarin terpantau di Pasar Ngemplak Tulungagung.
Baca Juga: Beragam, Ini Dia Barang Yang Bisa Kalian Temukan Jika Berkunjung Ke Pasar PDS Tulungagung
Di pasar terbesar di Tulungagung ini, para pedagang heboh, pasalnya harga cabai rawit yang baru saja melandai kini tiba-tiba harganya naik pesat.
Para pedagang menduga kenaikan harga cabai rawit ini karena mendekati bulan Ramadan.
Baca Juga: Dua Minggu Jelang Ramadan, Harga Daging di Tulungagung Stabil
Kenaikan harga cabai rawit ini diakui para pedagang di Pasar Ngemplak. Salah satunya Lukman Putra, salah satu pemilik kios sayuran.
Dia menjelaskan kenaikan harga cabe tersebut sudah terjadi sejak Jumat pekan lalu.
Baca Juga: Harmoni Alam, Pelukis Tulungagung Tetap Berkarya Saat Ekonomi Lesu, Ini Buktinya
Saat itu harga cabai rawit sudah Rp 65 ribu per kilogram. Namun kemarin (24/2) harganya tembus hingga Rp 95 ribu per kilogram.
"Naiknya nge-get langsung. Para pembeli banyak yang mengeluh," ungkap Lukman.
Baca Juga: Okupansi Perhotelan Tinggal 30 Persen, PHRI Tulungagung Keberatan Efisiensi Anggaran
Hal serupa juga diakui oleh Lilis, cewek yang bekerja di salah satu kios sayuran di Pasar Ngemplak.
Dia mengamini jika harga cabai benar-benar naik. Bahkan menurut Lilis kenaikan harganya cukup drastis.
Dia menceritakan bahwa harga dari tengkulak sudah tinggi sekitar Rp 80 ribu sampai Rp 85 ribu per kilogram.
"Padahal baru minggu-minggu kemarin harga cabai rawit sempat turun. Sekitar Rp 45 ribu per kilogramnya. Tapi sekarang langsung naik di harga Rp 90 ribu hingga Rp 95 ribu per kilogram," katanya.
Baca Juga: 72 Kios Terancam Diblacklist, Pedagang Pasar Pon Trenggalek Enggan Buka
Nur Rohmah, pedagang lainnya juga mengiyakan bahwa kenaikan harga cabai rawit ini tidak dapat diprediksi.
Pasalnya harga cabai bisa naik turun setiap jamnya. Jadi sangat sulit untuk mengantisipasinya. "Tiba-tiba turun, tiba-tiba naik lagi.
Baca Juga: Tak Hanya Menyehatkan, Olahraga Lari Juga Berpengaruh ke Ekonomi, Kok Bisa?
"Ya gimana lagi, kami pedagang hanya bisa pasrah," tandas wanita paruh baya tersebut.
Di Pasar Ngemplak sehari kemarin terlihat ramai pengunjung. Banyak pembeli yang sedang berbelanja di sana.
Baca Juga: Tak Lekang Oleh Zaman, Tinggal Segini Harga Bekas Yamaha RX King di Tulungagung
Ada yang berbelanja untuk kebutuhan rumah tangga, ada yang belanja sayuran untuk keperluan acara, ada juga pembeli sayuran untuk dijual di kios di desa-desa.
Namun kini harga kebutuhan pangan mengalami beberapa kenaikan. Seperti halnya cabai rawit.
Namun di Pasar Ngemplak, stok cabai rawit nampak sangat melimpah di kios-kios sayuran di sana. ****
Editor : Dharaka R. Perdana