Kediri, 25 Februari 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan di wilayah kerja OJK Kediri posisi Desember 2024 tumbuh stabil dan menunjukkan kinerja positif didukung oleh likuiditas yang memadai serta permodalan yang kuat.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya tercermin dari peningkatan kredit di sektor Perbankan, tetapi juga dari peningkatan penyaluran pembiayaan di Perusahaan Pembiayaan, peningkatan jumlah kepesertaan asuransi, serta peningkatan jumlah
Single Investor Identification (SID) di sektor Pasar Modal. Kegiatan edukasi dan inklusi keuangan serta pelindungan konsumen terus diperkuat melalui beragam kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.
Sektor Perbankan menunjukkan pertumbuhan positif, baik dari sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana. Kredit perbankan di wilayah OJK Kediri posisi Desember 2024 tumbuh 7,49 persen (yoy) menjadi sebesar Rp88,72 triliun yang didominasi oleh penyaluran kredit pada UMKM sebanyak 60,31 persen dari total
kredit. Penyaluran kredit/pembiayaan di wilayah kerja OJK Kediri masih didominasi kepada tiga sektor ekonomi utama yaitu Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 32,06 persen, Bukan Lapangan Usaha Rumah Tangga (kepemilikan rumah, kepemilikan flat atau apartemen, kepemilikan ruko atau rukan, kepemilikan
kendaraan bermotor, dan kepemilikan peralatan rumah tangga) sebesar 26,73 persen, dan Pertanian, Perburuan dan Kehutanan sebesar 17,62 persen. Kualitas kredit atau pembiayaan yang disalurkan sektor perbankan masih terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,18 persen.
Sementara itu pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) posisi Desember 2024 tumbuh sebesar 4,09 persen (yoy) atau menjadi sebesar Rp102,56 triliun. Berdasarkan jenisnya, porsi DPK didominasi oleh tabungan dan deposito masing-
masing sebesar 65,67 persen dan 25,13 persen.
Selanjutnya, kinerja industri BPR/BPRS yang berkantor pusat di wilayah kerja OJK Kediri berada dalam kondisi terjaga dengan permodalan yang solid tercermin pada
Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 44,26 persen, tingkat ketersediaan likuiditas memadai tercermin dari cash ratio sebesar 14,70 persen dengan rasio LDR/FDR sebesar 99,44 persen.
pertumbuhan positif tercermin dari pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) yang mencapai 17,07 persen (yoy) menjadi 402.768 SID. Pilihan instrumen investasi dalam tiga tahun terakhir masih didominasi produk reksadana
sebesar 379.854 SID dengan kenaikan jumlah investor pada 2024 sebesar 16,16 persen (yoy).
Secara akumulasi, reksadana merupakan produk investasi yang paling banyak dimiliki oleh investor di wilayah kerja OJK Kediri dengan jumlah sebanyak 379.854 investor.
Nilai outstanding piutang Perusahaan Pembiayaan posisi Desember 2024 mencapai
Rp6,92 triliun atau tumbuh sebesar 12,59 persen (yoy), diikuti dengan penurunan rasio Non Performing Financing (NPF) gross dari sebelumnya sebesar 4,23 persen pada Desember 2023, menjadi sebesar 4,03 persen. Nilai outstanding piutang Perusahaan Modal Ventura posisi Desember 2024 mencapai Rp279,23 miliar atau mengalami penurunan sebesar 0,29 persen (yoy), disebabkan adanya ketidakpastian kondisi ekonomi sehingga investor lebih selektif dalam menyalurkan pendanaan. Disisi lain, perusahaan modal ventura menunjukkan perbaikan dalam kualitas piutang, tercermin dari penurunan rasio
Non Performing Financing (NPF) gross dari sebelumnya sebesar 17,11 persen pada Desember 2023, menjadi sebesar 5,83 persen.
Pada sektor asuransi, pendapatan premi sektor asuransi jiwa di wilayah kerja OJK Kediri sampai dengan Desember 2024 sebesar Rp1.150,64 miliar atau mengalami penurunan sebesar 20,37 persen (yoy). Pada periode yang sama, pendapatan premi untuk asuransi umum mencapai Rp326,68 miliar atau menurun 14,66 persen (yoy).
Total aset Lembaga Keuangan Mikro di wilayah kerja OJK Kediri meningkat pada posisi kuartal 3 2024 sebesar 4,01 persen (yoy) menjadi sebesar Rp124,07 miliar seiring dengan penambahan dua LKM yang baru mendapat izin usaha pada tahun
2024. Penyaluran pembiayaan menurun sebesar 0,84 persen (yoy) menjadi sebesar Rp76,69 miliar yang disebabkan adanya percepatan pembayaran angsuran pinjaman. Sampai dengan Desember 2024, terdapat 14 Lembaga Keuangan Mikro
(LKM) di wilayah Kantor OJK Kediri, yang terdiri dari 10 LKM Konvensional dan 4
LKM Syariah (Bank Wakaf Mikro).
Sebagai upaya pelindungan konsumen, OJK Kediri menyediakan Layanan
Konsumen berupa pemberian maupun penerimaan informasi, konsultasi, maupun
pengaduan masyarakat terkait sektor jasa keuangan. Sampai dengan Desember
2024, OJK Kediri telah menerima permintaan layanan konsumen sebanyak 1.534
layanan yang meliputi 815 surat pengaduan, 620 permintaan konsultasi dan
informasi melalui walk in, serta 99 melalui telepon.
Tiga besar topik pengaduan yang disampaikan antara lain perihal
restrukturisasi/relaksasi kredit/pembiayaan (459 pengaduan), data SLIK (298
pengaduan), dan Take Over/Pengalihan Kredit/Pembiayaan (157 pengaduan).
Berdasarkan klasifikasi industri, sebagian besar pengaduan yang diterima berasal
dari konsumen sektor Perbankan (54,82 persen) dan sektor perusahaan pembiayaan
(17,41 persen).
Selama tahun 2024, OJK Kediri telah menyelenggarakan 80 kegiatan edukasi
keuangan berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Akses
Keuangan Daerah (TPAKD), institusi pendidikan, pemerintah desa, pondok pesantren, lembaga jasa keuangan, dan asosiasi UMKM. Berkat kolaborasi dan sinergi tersebut, kegiatan edukasi OJK Kediri dapat menjangkau +20.945 masyarakat yang tersebar di 13 Kabupaten dan Kota eks-karesidenan Kediri dan Madiun.
Beberapa kegiatan edukasi tersebut diantaranya:
1. Kediri Financial Festival pada tanggal 21-22 September 2024 dengan total pengunjung +6.000 orang dan total transaksi sekitar Rp3,26 miliar dari penyaluran kredit/pembiayaan, pembukaan tabungan, asuransi dan rekening
efek, penjualan produk pergadaian maupun penjaminan, serta penjualan beragam produk UMKM. Pada acara tersebut, OJK Kediri berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Komisariat Kediri.
2. Talkshow Gemar Menabung, Cinta Rupiah, Lomba Mewarnai, dan Lomba Cerdas Keuangan pada tanggal 2 Agustus 2024 di Halaman SMPN 9 Kota Kediri yang diikuti 1.200 siswa tingkat SD/MI/Sederajat dan SMP/MTs/Sederajat.
3. Sosialisai upaya OJK dalam melaksanakan pelindungan konsumen layanan keuangan digital pada tanggal 28-29 Mei 2024 yang diikuti oleh 40 orang wartawan media se-wilayah kerja OJK Kediri.
4. Pembekalan mahasiswa yang akan berangkat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 3 perguruan tinggi dengan topik bahaya investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan judi online diikuti 1.075 mahasiswa.
5. Sekolah Pasar Modal di Universitas Darussalam Gontor pada tanggal 24 Oktober
2024 berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia dan Philip Sekuritas dengan peserta 550 mahasiswa.
6. Sosialisasi Waspada Investasi Ilegal pada 26 Juli 20204 berkolaborasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Trenggalek diikuti sebanyak +500 peserta ibu-ibu PKK.
7. Edukasi Waspada Pinjol dan Investasi Ilegal pada tanggal 24-28 Juli 2024 kepada lebih dari 300 pengunjung Ngawi Nusantara Ekraf Festival.
8. Edukasi Waspada Pinjol dan Investasi Ilegal pada 29 Mei 2024 kepada +1.000 peserta UMKM ROADSHOW #HALALIN2024 Pendampingan Sertifikasi Halal 1000 Selfdeclare yang merupakan kolaborasi OJK dengan TPAKD, Dekranasda Kab. Trenggalek, dan PT BPD Jatim, Tbk.
Selain mengadakan kegiatan edukasi dan sosialisasi interaktif, OJK Kediri juga bekerja sama dengan media lokal yang memiliki jangkauan seluruh wilayah kerja mencakup media cetak, radio, televisi atau online streaming, dan portal berita online. Akun media sosial resmi OJK Kediri @ojk_kediri selama tahun 2024 juga telah
menerbitkan 527 konten edukasi dengan total 464.688 viewers.
***
Informasi lebih lanjut:
Kepala OJK Kediri – Ismirani Saputri
Telp. (0354) 7418058; Email: kojk.kediri@ojk.go.id