RADAR TULUNGAGUNG - Menjelang Ramadan tiba, para penjual bunga tabur di Tulungagung panen cuan hingga 10 kali lipat lebih banyak dari biasanya.
Hal tersebut diungkapkan beberapa penjual bunga tabur di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung kemarin (28/2).
Baca Juga: Daftar 10 Pemain Sepak Dunia Beragama Islam, Tetap Puasa Ramadhan di Tengah Jadwal Liga?
Mereka mengaku dalam sehari bisa meraup minimal Rp 600 ribu.
Pantauan koran ini, di tempat pemakaman umum (TPU) Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung beberapa hari belakangan dipenuhi para peziarah.
Baca Juga: Front One Hotel Tulungagung Launching Paket Buka Puasa Pasar Tiban Iftar Ramadan
Masyarakat berbondong-bondong bersama sanak saudara untuk berziarah ke makam anggota keluarga yang sudah meninggal.
Hal tersebut juga diakui oleh Saroh, penjual bunga tabur asal Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung.
Baca Juga: BRIN Prediksi 2 Maret Mulai Puasa Ramadhan
Dia menceritakan para pembeli dalam sepekan terakhir sangat ramai. Para penjual sangat bersyukur dan menantikan momen datangnya bulan Ramadhan seperti ini.
"Alhamdulilah dagangan kami laris. Semoga bisa menjadi berkah," ucapnya.
Baca Juga: Awal Ramadan 1446 H di Indonesia: Perbedaan Penetapan dari Berbagai Organisasi Islam
Pedagang lain pun mengungkapkan jika dalam sehari, minimal 20 kilogram bunga habis terjual.
Tentunya, hal tersebut membuat dia dan rekan-rekannya merasa senang karena dagangannya laris.
"Sehari minimal terjual 20 kilogram bunga. Ini momen setahun sekali, jadi kami manfaatkan itu," ucap salah satu penjual bunga tabur disana.
Sekadar diketahui, dalam tradisi nyekar tersebut bunga yang dipakai terdiri dari beberapa jenis yaitu bunga mawar, daun kenanga, dan bunga melati.
Biasanya para umat Islam melakukan tradisi tersebut ketika menjelang datangnya bulan Ramadhan. b
Editor : Dharaka R. Perdana