RADAR TULUNGAGUNG- Hari kedua puasa Ramadhan, Pasar Ngemplak Tulungagung penuh sesak.
Ribuan warga Tulungagung antusias berbelanja di Pasar Ngemplak.
Baca Juga: Retribusi Kios Pasar Pon Trenggalek Dipangkas Gila-gilaan, Berikut Rinciannya!
Bahkan sempat terjadi macet total selama dua jam di dalam pasar.
"Saya juga heran bisa seramai ini. Padahal hari-hati biasa orang-orang sudah pada malas belanja di pasar," ucap Rohmat, pemilik kios penjual buah semangka.
Riuhnya Pasar Ngemplak juga diakui oleh Andik Sasmito, petugas retribusi tiket di pasar Ngemplak.
Dia bercerita sejak pukul 12.00 WIB sudah mulai ramai pengunjung. Kemudian sekitar pukul 13.30 WIB kemacetan mulai terjadi.
Baca Juga: Menangkap Keindahan Tradisi Ramadhan di Tulungagung Melalui Lensa Kamera
Puncaknya pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Dia menjelaskan sekitar dua jam terjadi macet total.
"Karena numpuknya mobil dan motor di dalam. Dan jalannya juga gak begitu lebar," terangnya.
Baca Juga: Menangkap Lezatnya Kuliner Ramadhan di Tulungagung Tips Food Photography untuk Hasil Maksimal
Dia juga menambahkan, masyarakat yang datang bermacam-macam keperluan. Mulai dari belanja kebutuhan rumah tangga, hingga para pedagang makanan dan minuman beli bahan di Ngemplak.
Menurut Andik, jika dilihat dari jumlah tiket yang terjual maka bisa dipastikan pengunjung dalam sehari ini bisa mencapai ribuan orang.
"Harga tiket masuknya seribuan. Tapi ya begitu kadang ada yang nyelonong masuk tanpa bayar. Gimana lagi, namanya juga orang. Kita juga tidak bisa memaksa," tambahnya.
Sekadar diketahui, Pasar Ngemplak merupakan pasar tradisional terbesar di area kota Tulungagung.
Baca Juga: Unggah Konten Ramadhan Bahasa Indonesia, Instagram Paris Saint-Germain Ramai Diserbu Netizen
Pasar ini terletak di Kelurahan Botoran, Kecamatan Tulungagung. Pasar Ngemplak menjual berbagai kebutuhan pokok seperti beras, daging, ayam, sayuran, buah, cabai, dan lain-lain.
Pasar ini buka selama 24 jam dan selalu menjadi sasaran utama masyarakat Tulungagung ketika hendak berbelanja kebutuhan yang lengkap. ****
Editor : Dharaka R. Perdana