RADAR TULUNGAGUNG - Ramadhan tiba, penjual jilbab, sarung, dan peci di Tulungagung mendapat kenaikan omzet hingga 25 persen.
Hal ini terpantau di Pasar Wage, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung.
Baca Juga: Resep Es Timun Serut Lemon: Takjil Segar dan Rendah Kalori untuk Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan
Terlihat sudah mulai banyak masyarakat yang membeli jilbab untuk keperluan di bulan Ramadhan hingga hari raya.
Terlebih para pembeli bukan hanya dari kota Tulungagung saja. Namun hingga Trenggalek dan kota-kota tetangga lainnya.
Baca Juga: Ingin Tetap Fit dan Bugar Selama Bulan Ramadhan, Lakukan Langkah Berikut!
Sunarsih, salah satu penjual jilbab di Pasar Wage mengakui hal tersebut.
Dia menceritakan dagangannya laris sejak seminggu sebelum bulan puasa.
Baca Juga: Penasaran Dengan Ramadhan, Jeonghan Seventeen Ingin Ikut Berpuasa
Bahkan hal tersebut mengharuskan dirinya untuk menambah stok dagangan lebih banyak lagi dari hari biasanya.
"Hasil penjualannya juga ikut naik jika menjelang puasa seperti ini," kata Asih, sapaan akrabnya.
Dia juga menceritakan bahwa pembeli di tokonya tidak hanya untuk dipakai sendiri saja, namun juga banyak yang dijual lagi di daerah lain.
Tidak hanya itu, dia juga menjelaskan bahwa omzetnya sepekan terakhir menjelang Ramadhan bisa naik hingga 25 persen.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Efendi, penjual jilbab, sarung dan peci di Pasar Wage Tulungagung.
Dia juga menceritakan di Pasar Wage ini sebagian besar pembelinya juga untuk dijual kembali di toko masing-masing.
Baca Juga: Menangkap Lezatnya Kuliner Ramadhan di Tulungagung Tips Food Photography untuk Hasil Maksimal
Dan jika di bulan puasa seperti ini pendapatannya bisa jadi yang paling terbanyak daripada hari-hati biasa selama setahun.
Namun dia juga prihatin bahwa kondisi pasar yang kini semakin ditinggalkan pembeli.
"Apalagi anak-anak muda sekarang lebih milih belanja online, daripada masuk ke pasar," ungkapnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana