RADAR TULUNGAGUNG - Harga bahan pokok (Bapok) di Tulungagung saat ramadan atau nanti saat memasuki hari lebaran harus diperhatikan.
Kalangan legislator berharap agar tidak terjadi kenaikan harga yang tajam di masyarakat.
Anggota Komisi B DPRD Tulungagung, Panhis Yody Wirawan menyebut bahwa komisi B sebelumnya telah melangsungkan hearing dengan instansi yang menangani harga bapok di Tulungagung.
“Kita sudah hearing dengan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung. Jauh jauh hari sudah kita ingatkan agar harga bapok di Tulungagung di stabilkan,” jelasnya.
Namun begitu, Panhis tidak memungkiri masih mendengar di lapangan ada beberapa harga bapok yang naik.
Asalkan masih dalam jangkauan, kenaikan itu sebenarnya aman.
Terpenting ketersediaan masih aman.
“Jadi tidak hanya tugas pemerintah saja, masyarakat juga harus mematuhi. Utamanya masyarakat yang diuntungkan dalam harga bapok ini kalau bisa jangan keterlaluan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala DKP Tulungagung Agus Suswantoro menambahkan berbagai upaya telah dilakukan untuk menstabilkan harga bapok di Tulungagung.
Salah satunya adalah gerakan pangan murah (GPM) pada beberapa lokasi di Tulungagung.
Agus menjelaskan bahwa beberapa bapok yang mengalami kenaikan itu bisa terjadi karena beberapa faktor.
Musim bisa menpengaruhi, atau meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bapok biasanya mengerek harga juga.
“Kita tahu jelang lebaran masyarakat banyak yang melaksanakan slametan atau sejenisnya. Maka permintaan akan meningkat dan harga otomatis naik,” katanya.
Tetapi yang terpenting, harga sementara ini masih dalam kategori wajar.
Pun ihwal ketersediaan, Agus memastikan ketersediaan Bapok di Tulungagung masih aman bahkan sampai lebaran nanti.***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri