RADAR TULUNGAGUNG - Para pedagang makanan olahan jamur di Tulungagung kelabakan karena tidak bisa dapat untung. Pasalnya, harga jamur tiram melonjak.
Terbaru, Jumat (7/3) kemarin, harga jamur tiram di pasaran Tulungagung tembus hingga Rp 22 ribu per kilogram, padahal biasanya harga normal hanya kisaran Rp 15 ribu per kilogram.
Baca Juga: Begini Harga Bahan Pokok di Tulungagung Minggu 9 Maret, Cabai Merah Besar Menyusut Hingga Rp10.500
Kenaikan harga jamur tiram tersebut seperti yang terjadi di Pasar Ngemplak Tulungagung.
Dengan kenaikan tersebut, berarti jamur tiram menambah tren harga bahan-bahan kebutuhan pangan yang melonjak pada bulan Ramadhan, mulai dari cabai dan kebutuhan pangan lainnya.
Baca Juga: Sidak Makanan dan Minuman di Pasar Takjil , Dinkes Temukan Kerupuk yang Diberi Rodhamin B
Salah satu pemilik kios penjual jamur dan seledri di Pasar Ngemplak, Jatun, mengakui jika harga jamur sedang melonjak.
Biasanya kisaran harga normalnya hanya Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu per kilogram, tetapi kini naik hingga Rp 22 ribu per kilogram.
"Kalau jamur tidak bisa diprediksi. Per jamnya bisa naik bisa turun, tergantung permintaan," katanya.
Jatun juga mengatakan bahwa kenaikan harga jamur tersebut terjadi karena jumlah permintaan pembeli yang sedang meningkat meskipun tidak terjadi kelangkaan.
Baca Juga: 5 Minuman Herbal Ini Cocok Dikonsumsi di Musim Penghujan, Nomor 4 Khas Jogjakarta
Apalagi saat ini dirinya mengambil barang tersebut dari petani jamur di daerah Blitar.
Sebenarnya saat ini tidak ada pengurangan stok karena stoknya banyak. Namun, permintaan akan jamur tiram juga banyak. Buktinya baru datang langsung ludes.
"Mungkin karena bulan puasa banyak yang butuh untuk bahan makanan. Kebanyakan yang ambil ya para penjual sate jamur, sempol jamur, capcay, jamur krispi, dan lain-lain," imbuh Jatun.
Naiknya harga jamur juga membuat para pedagang makanan olahan jamur kebingungan. Sebab, jika bahan mentah jamur sudah tinggi, mereka tidak bisa dapat untung.
Baca Juga: Catat, Ini Rekomendasi Makanan yang Tepat Bagi Penggiat Olahraga saat Ramadhan Tiba
Tak jarang para pedagang makanan olahan jamur memilih berhenti berjualan sementara sembari menunggu harga jamur tiram kembali normal,
"Kalau dipaksa jualan malah rugi. Karena harga bahan bakunya sudah terlalu tinggi," kata seorang pengusaha sempol dan sate jamur dari Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, Priadie.
Baca Juga: Ragam Makanan Khas yang Hanya Muncul Saat Ramadhan di Tulungagung
Sekadar diketahui, jamur tiram memang bukan bahan makanan pokok. Namun, banyak masyarakat yang memanfaatkan jamur untuk berjualan makanan.
Para penjual olahan jamur biasanya memanfaatkan jamur untuk diolah menjadi makanan alternatif seperti sate jamur, sempol jamur, botok jamur, jamur krispi, bakso jamur, capcay, dan makanan-makanan lain yang menggunakan jamur. ****
Editor : Dharaka R. Perdana