Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cuaca Ekstrem Pemicu Fluktuasi Harga Cabai Rawit di Trenggalek? Dispertapan Bilang Begini

Wanda Asmah Khoiriyah • Senin, 10 Maret 2025 | 19:38 WIB

Cuaca ekstrem jadi pemicu harga cabai rawit yang fluktuatif di Trenggalek. (WANDA AK/RADAR TRENGGALEK)
Cuaca ekstrem jadi pemicu harga cabai rawit yang fluktuatif di Trenggalek. (WANDA AK/RADAR TRENGGALEK)

RADAR TRENGGALEK - Harga cabai rawit di Trenggalek terus gojak-gajek. Bahkan sempat menyentuh Rp 120 ribu per kilogram walaupun sekarang mulai stabil lagi.

Kenaikan harga ini diperparah cuaca ekstrem yang menyebabkan banyak petani di Trenggalek gagal panen, sehingga stok cabai menjadi terbatas.

Baca Juga: Simak Harga Bahan Pokok di Tulungagung Senin 10 Maret, Mayoritas Stabil Cenderung Menurun

Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek, Eko Prasetyo Maherwanto mengatakan, ada lima daerah yang menjadi penyumbang utama produksi cabai rawit.

Seperti Kecamatan Pule, Tugu, Gandusari, Kampak, dan Dongko. Secara normal, produksi cabai dari daerah tersebut seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Baca Juga: Begini Harga Bahan Pokok di Tulungagung Minggu 9 Maret, Cabai Merah Besar Menyusut Hingga Rp10.500

"Akibat cuaca yang sulit diprediksi, hasil panen menurun drastis, yang akhirnya berdampak pada lonjakan harga," ujarnya.

Eko menjelaskan, Tak hanya cabai rawit yang mengalami lonjakan harga, cabai keriting dan cabai merah juga mengalami kenaikan tajam, mencapai Rp 65 ribu per kilogram.

Baca Juga: Pengajuan Revitalisasi Pasar Campurdarat Gagal Terus, Apa Sih Penyebabnya?

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama para pedagang dan konsumen yang terdampak langsung oleh naiknya harga bahan pokok tersebut.

"Harga dari petani sudah sekitar Rp 85 ribu perkilogram. Harga tersebut naik dalam waktu singkat, pasalnya harga cabai pada pekan lalu sebelum bulan Ramadan sekitar Rp 60 ribu perkilogram," terangnya.

Baca Juga: Waspadai 15 Titik Potensi Pasar Tumpah di Jawa Timur di Mudik Lebaran 2025, Ini Rinciannya

Sebagai langkah mengatasi inflasi akibat kenaikan harga cabai, salah satunya dengan mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kendala efisiensi anggaran menjadi pengaruh keberlangsungan program tersebut. Sehingga penjadwalan mengenai pelaksanaan GPM masih mempertimbangkan waktu yang tepat.

"Dengan GMP dapat menstabilkan harga dan mencegah inflasi, seperti harga cabai saat ini dan dapat memudahkan kebutuhan pokok lainnya agar daya beli tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang," tuturnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#cabai #trenggalek #cabai rawit #cabai rawit trenggalek #cuaca ekstrem