Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Peternak Ayam Arab di Tulungagung Sambat, Harga Telur Anjlok Jauh dari Batas Normal,

Sandy Sri Yuwana • Minggu, 23 Maret 2025 | 19:27 WIB

Harga telur ayam Arab di Tulungagung sedang lesu. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Harga telur ayam Arab di Tulungagung sedang lesu. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Peternak ayam Arab di Kecamatan Kalidawir, Tulungagung tengah menghadapi masa sulit.

Pasalnya, harga telur ayam Arab mengalami penurunan drastis hingga menyentuh angka Rp 1.000 per butir di pasaran Tulungagung.

Baca Juga: Berawal dari Kaki Lima, Ahmad Sidiq Kembangkan Bisnis Telur Asin Kenamaan di Tulungagung

Hadi Wijayanto, seorang peternak ayam Arab di Dusun Ngelo, Desa/Kecamatan Kalidawir, Tulungagung mengaku pasrah menghadapi anjloknya harga telur yang jauh dari batas normal.

Sebab, kondisi seperti ini membuat peternak terpuruk dan merugi, sementara biaya operasional terutama untuk pakan terus membengkak.

Baca Juga: Banyak Dicari Orang, Stok Telur Bebek di Tulungagung Tak Banyak

“Biasanya harga telur ayam Arab dari peternak itu sekitar Rp 2.000 hingga Rp 2.500 per butir, sekarang hanya Rp 1.000. Jelas ini merugikan kami,” ungkapnya.

Hadi menjelaskan bahwa penurunan harga telur kali ini terasa lebih berat karena terjadi menjelang Lebaran.

Baca Juga: Berawal dari Pedagang Telur, Muhammad Soleh Fudin Jadi Tokoh Pengembang Olahraga

Biaya pakan justru semakin tinggi. Akibatnya, para peternak harus mengeluarkan lebih banyak biaya untuk membeli pakan.

”Pembelian pakan itu harus kami lakukan segera, karena menjelang Lebaran banyak toko pakan tutup. Jadi, stok harus dipersiapkan lebih dulu,” katanya.

Baca Juga: Harga Telur Ayam Arab Makin Anjlok, Peternak di Tulungagung Kelabakan

Situasi ini membuat banyak peternak kecil harus mengambil keputusan sulit, bahkan ada yang sampai menjual ayam ternaknya demi menekan kerugian.

Itu dilakukan karena mereka tidak sanggup menanggulangi biaya produksi. Harapannya, setelah harga telur kembali normal, mereka bisa membeli ayam lagi dan melanjutkan usaha ternak.

Meski menghadapi tantangan berat, para peternak tetap berusaha bertahan. Mereka berharap harga telur ayam Arab bisa kembali stabil dalam waktu dekat.

Namun, tanpa dukungan dari pihak terkait, situasi ini sulit untuk diatasi dengan cepat.

Baca Juga: Pantauan Harga Bahan Pokok di Tulungagung Minggu 23 Maret, Cabai Rawit Bertahan di Kisaran Rp80 Ribuan

Dalam kondisi seperti ini, peternak ayam Arab di Kalidawir berharap ada kebijakan yang bisa membantu mereka.

Salah satu harapan mereka adalah keterlibatan dalam program pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan oleh pemerintah daerah maupun pusat.

Baca Juga: 2 Ribu Paket Sembako Tersalurkan, Agenda GBI ROCK Tulungagung dalam GEMPITA ke-14  

Para peternak berharap ada perhatian lebih dari pemerintah untuk membantu menstabilkan harga telur dan meringankan beban peternak.

Jika tidak ada intervensi, dikhawatirkan semakin banyak peternak kecil yang gulung tikar akibat kondisi ini.

Baca Juga: Namanya Mengandung Pasar Tapi Bukan Tempat Jual Beli Sembako di Tulungagung, Adakah yang Tahu?

“Kami para peternak ayam Arab ingin dilibatkan dalam program-program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis. Dengan begitu, permintaan telur ayam Arab bisa meningkat dan harga bisa kembali stabil,” ujar Hadi. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#peternak ayam #harga telur #ayam arab #tulungagung #telur ayam arab