RADAR TULUNGAGUNG – Di tengah maraknya makanan instan dan modern di Tulungagung, keberadaan emping melinjo sebagai camilan tradisional masih bertahan.
Bahkan di tangan para perajin di Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, emping melinjo terus berkembang dan tak lekang oleh waktu.
Baca Juga: Menggiurkannya Bisnis Makanan Cepat Saji di Tulungagung: Inilah Peluang, Tantangan, dan Strateginya!
Apalagi usaha rumahan di desa perbatasan Tulungagung - Kediri ini telah berlangsung secara turun-temurun.
Salah satu perajin emping melinjo bernama Sulastri mengaku sudah lebih dari 20 tahun menekuni usaha ini.
Baca Juga: Tiwul Phobia? Coba Oleh-oleh Khas Tulungagung Ini, Auto Ketagihan!
“Awalnya ikut orang tua, sekarang sudah bisa mandiri. Alhamdulillah, hasilnya bisa membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.
Menurut dia, para perajin di Desa Pojok memproduksi emping secara manual, mulai dari proses pemilihan biji, penumbukan, hingga penjemuran.
Baca Juga: Resep Rahasia Tahu Susu Khas Jombang: Cemilan Nikmat Berbahan Dasar Sederhana
Proses ini membutuhkan ketelatenan dan keterampilan khusus agar menghasilkan emping yang gurih dan renyah.
Emping buatan warga Desa Pojok ini dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan sudah menjangkau luar kota seperti Surabaya dan Yogyakarta.
Baca Juga: 5 Makanan Khas Tulungagung Ini Bisa Jadi Obat Rindu Perantau
Tak hanya itu, pemasaran juga mulai merambah media sosial untuk menjangkau pembeli lebih luas.
Dengan mempertahankan kualitas rasa dan cara pembuatan tradisional, para perajin berharap emping tetap menjadi camilan favorit masyarakat.
Pemerintah desa pun turut mendukung lewat pelatihan dan fasilitasi alat produksi agar usaha ini terus berkembang. ****
Editor : Dharaka R. Perdana