Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Desa Joho, Kampung Gadung yang Menggoda Lidah dan Menggerakkan Rupiah

Rinto Wahyu Hidayat • Kamis, 10 April 2025 | 17:44 WIB

Olahan keripik gadung dari Desa Joho
Olahan keripik gadung dari Desa Joho

RADAR TULUNGAGUNG
– Di balik kesan sederhana Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, tersimpan kekayaan rasa yang telah melegenda, yakni keripik gadung.

Bukan camilan biasa, keripik ini menyimpan cerita panjang tentang tradisi, kearifan lokal, dan ketekunan yang menghidupi banyak keluarga.

Siapa sangka, dari umbi gadung yang dikenal beracun dan bisa bikin pusing jika salah olah, warga Joho justru menjadikannya ladang rezeki yang gurih.

Di sepanjang gang dan halaman rumah, tampak deretan tampah-tampah besar menjemur irisan gadung yang siap naik kelas menjadi keripik renyah favorit banyak orang.

“Awal saya mulai usaha ini tahun 1994. Dulu orang belum banyak yang berani, karena ya itu, gadung kan dikenal beracun,” cerita Senen, pengrajin senior sekaligus pelopor keripik gadung Joho.

“Tapi kami di sini sudah tahu caranya. Dari kecil sudah diajari bagaimana merendam, mencuci, dan mengolah sampai aman dikonsumsi," sambungnya.

Kini, dalam sehari, Senen bisa mengolah antara 3 sampai 5 ton gadung mentah yang didatangkan dari berbagai daerah seperti Tulungagung, Trenggalek, Blitar, hingga Malang.

Keripik hasil olahannya dikenal karena teksturnya yang tipis, empuk, dan rasa gurih yang nendang di lidah.

“Biasanya yang datang ke Joho beli buat oleh-oleh. Tapi kalau untuk skala besar, saya lebih banyak kirim ke Surabaya,” tambahnya.

Yang menarik, bisnis ini sangat menguntungkan.

Harga gadung mentah hanya sekitar seribu rupiah per kilo.

Tapi setelah melalui proses panjang—dari pengupasan, perendaman, pengeringan, hingga penggorengan—keripik gadung siap jual bisa mencapai Rp 30 ribu per kilogram.

Sebuah loncatan nilai tambah yang luar biasa.

Dengan jejaring pengusaha lokal yang kuat dan pasar yang masih terbuka lebar.

Desa Joho tak hanya dikenal sebagai kampung keripik gadung, tapi juga sebagai contoh desa yang sukses mengolah potensi lokal menjadi penggerak ekonomi.

“Selama orang masih suka ngemil, usaha ini nggak akan mati,” tutup Senen sambil tersenyum bangga. ***

Editor : Mukhamad Zainul Fikri
#keripik gadung #kalidawir #gadung #potensi ekonomi