RADAR TULUNGAGUNG – Cuaca tak menentu menjadi ujian bagi produksi kerupuk udang Cap Lombok, salah satu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) unggulan di Desa Karangsono, Kecamatan Ngunut, Tulungagung.
Seperti umumnya UMKM di Tulungagung, usaha rumahan milik Juwati tersebut mengandalkan sinar matahari langsung untuk proses pengeringan kerupuk.
Baca Juga: Gandeng BPOM Surabaya, Heru Tjahjono Ajak UMKM Tulungagung Peduli Pangan Aman dan Bermutu
Sehingga saat musim hujan tiba di Tulungagung, kapasitas produksinya menurun secara signifikan.
Juwati, pemilik usaha kerupuk udang Cap Lombok, menyampaikan bahwa saat cuaca cerah, ia mampu memproduksi antara 1 hingga 2 kuintal kerupuk setiap harinya.
Namun, saat langit mendung dan hujan terus mengguyur, ia terpaksa mengurangi produksi karena proses penjemuran tidak maksimal.
“Pengeringan masih sangat bergantung pada panas matahari. Kalau tidak kering sempurna, kualitas kerupuk bisa turun,” ujar Juwati saat ditemui di rumah produksinya.
Baca Juga: Kelola Platform Digital, Tim PPK Ormawa UKM MC Mahaswara Dongkrak Kemajuan Agrowisata Belimbing
Kerupuk udang Cap Lombok merupakan salah satu produk lokal Tulungagung yang telah dikenal luas oleh masyarakat Ngunut dan sekitarnya.
Dengan cita rasa gurih dan kerenyahan khas, kerupuk ini menjadi pelengkap makanan favorit di berbagai warung makan dan toko tradisional.
Baca Juga: Kerupuk Rambak Khas Tulungagung Jadi Primadona saat Lebaran Idul Fitri
Meski skalanya masih rumahan, usaha ini menjadi penopang ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar saat masa produksi tinggi.
Selain menjaga kualitas rasa, Juwati juga mempertahankan cara produksi tradisional sebagai identitas produk lokal yang otentik.
Permintaan pasar terhadap kerupuk udang Cap Lombok tetap tinggi, meskipun tantangan produksi kerap muncul saat musim penghujan.
Keadaan ini menyoroti pentingnya dukungan teknologi pengeringan alternatif bagi UMKM pengolah makanan tradisional.
Baca Juga: Cocok Jadi Ide Bisnis, Berikut 5 Makanan Favorit Gen Z di Tulungagung
Dengan keberlangsungan usaha yang bergantung pada cuaca, pelaku UMKM seperti Juwati berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah.
Baik berupa pelatihan teknologi tepat guna maupun bantuan alat pengering yang tidak tergantung pada sinar matahari. ****
Editor : Dharaka R. Perdana