RADAR TULUNGAGUNG — Di balik kesederhanaannya, kerupuk asal Tulungagung ternyata menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa.
Di Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, kerupuk bukan sekadar makanan pelengkap yang renyah, melainkan telah menjelma menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga.
Baca Juga: Langganan RSUD dr Iskak Tulungagung, Ini Kisah di Balik Tahu Pak Lan Ngunut
Usaha pembuatan kerupuk di dekat perbatasan Tulungagung - Trenggalek kini menjadi sala satu sektor andalan masyarakat, menumbuhkan geliat ekonomi yang signifikan di tingkat desa.
Masyarakat Desa Tiudan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar.
Baca Juga: Sentra Pembuatan Kerupuk di Tulungagung Terkendala Cuaca, Ini Harapan Pemilik Usaha
Jenis kerupuk yang diproduksi pun cukup beragam, seperti kerupuk singkong yang dikenal gurih dan terjangkau, kerupuk rambak dengan cita rasa khas yang menggugah selera.
Hingga kerupuk pasir yang memiliki tekstur unik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmatnya.
Baca Juga: Resep Rahasia Tahu Susu Khas Jombang: Cemilan Nikmat Berbahan Dasar Sederhana
Meski berskala rumahan, proses produksi kerupuk di Desa Tiudan dikelola dengan cukup serius.
Mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, teknik penggorengan yang tepat, hingga pengemasan produk yang menarik, semua dilakukan dengan cermat agar hasilnya optimal dan mampu bersaing di pasaran.
Baca Juga: Menggiurkannya Bisnis Makanan Cepat Saji di Tulungagung: Inilah Peluang, Tantangan, dan Strateginya!
Tidak mengherankan apabila produk kerupuk dari desa ini telah menembus pasar luar kecamatan, bahkan menjangkau konsumen di wilayah perkotaan seperti Tulungagung.
Salah satu pelaku usaha bernama Sulastri mengungkapkan bahwa dirinya telah menekuni usaha kerupuk singkong selama lebih dari sepuluh tahun.
“Awalnya hanya coba-coba, tetapi lama-lama permintaan makin banyak. Sekarang bisa kirim ke beberapa toko di kota,” ujarnya bangga.
Keberhasilan usaha kerupuk di Tiudan tidak lepas dari semangat gotong royong dan kolaborasi antarpelaku usaha.
Baca Juga: 5 Makanan Khas Tulungagung Ini Bisa Jadi Obat Rindu Perantau
Banyak di antara mereka saling berbagi pengalaman dan strategi pemasaran, bahkan membentuk kelompok kerja bersama untuk memudahkan produksi dalam skala besar ketika permintaan meningkat, terutama menjelang hari raya atau momen tertentu.
Namun demikian, masih ada tantangan yang dihadapi. Keterbatasan alat produksi modern, sulitnya akses permodalan, hingga pemasaran digital yang belum maksimal menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diatasi.
Baca Juga: 5 Makanan Legendaris Tulungagung yang Cocok Disajikan saat Lebaran
Di sinilah peran pemerintah daerah menjadi sangat penting. Dukungan berupa pelatihan kewirausahaan, bantuan peralatan, hingga fasilitasi promosi produk di berbagai pameran akan sangat membantu mendorong perkembangan usaha ini ke level yang lebih tinggi.
Potensi usaha kerupuk di Desa Tiudan sejatinya merupakan contoh nyata bahwa perekonomian desa dapat tumbuh dari kekuatan lokal.
Baca Juga: Ayam Lodho, Masakan Khas Tulungagung Berhasil Memenangkan Hati Juri Master Chef Indonesia
Kerupuk yang dulunya hanya dianggap pelengkap kini menjelma sebagai ikon ekonomi kreatif desa.
Dengan sentuhan inovasi dan dukungan yang tepat, bukan tidak mungkin kerupuk Tiudan menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di tingkat regional bahkan nasional.
Baca Juga: Selain Bahan Masakan, Inilah Manfaat Jamur Salju yang Jarang Diketahui
Lebih dari sekadar makanan ringan, kerupuk kini menjadi simbol ketekunan, kemandirian, dan daya juang masyarakat Desa Tiudan dalam mengangkat taraf hidup mereka melalui usaha yang berakar pada budaya lokal dan potensi yang ada di sekitar.
Editor : Dharaka R. Perdana