RADAR TULUNGAGUNG – Desa Pakisrejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, dikenal sebagai salah satu wilayah dengan geliat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang konsisten tumbuh dari waktu ke waktu.
Salah satu produk khas yang lahir dari desa di Tulungagung timur ini adalah kerupuk gaplek, camilan berbahan dasar singkong kering yang memiliki cita rasa khas dan digemari berbagai kalangan.
Baca Juga: Bu Martun vs Bu Muyasri, Perebutan Takhta Nasi Pecel Terenak di Desa Kedungwaru Tulungagung
Meski termasuk produk sederhana, jangan memandang sebelah mata kerupuk gaplek Tulungagung ini, karena memiliki nilai ekonomi.
Proses pengolahannya pun cukup intens. Di salah satu rumah produksi rumahan, setiap harinya dapat dihasilkan sekitar 50 kilogram kerupuk yang siap dikonsumsi.
Baca Juga: Mengandalkan Sinar Matahari, Produksi Kerupuk Udang di Tulungagung Terkendala Saat Musim Hujan
Pendistribusiannya dilakukan dengan cara tradisional, seperti menitipkan ke warung-warung sekitar, atau melayani pembeli yang datang langsung ke tempat produksi.
Namun, di tengah potensi tersebut, ada tantangan yang masih menjadi pekerjaan rumah. Pengemasan kerupuk gaplek di desa ini rata-rata masih menggunakan cara konvensional.
Baca Juga: Proses Produksi Manual, Ternyata Ini Resep Emping Melinjo dari Desa di Tulungagung Masih Eksis
Plastik polos dan kaleng bekas menjadi wadah umum yang digunakan, sehingga belum mampu menciptakan kesan menarik di mata konsumen yang terbiasa dengan tampilan produk modern.
Persoalan ini mencerminkan tantangan umum yang dihadapi banyak pelaku UMKM desa. Produk berkualitas, namun belum diimbangi dengan daya saing visual dan strategi branding.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sate Kambing Legendaris di Tulungagung, Nomor 3 di Pinggiran Kota
Hal ini menyempitkan peluang untuk menembus pasar yang lebih luas.
Tanpa mengurangi nilai tradisional yang melekat, peningkatan kualitas pengemasan bisa menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar.
Apalagi di era saat ini, kesan pertama dari sebuah produk sering kali ditentukan dari tampilannya di rak atau di etalase digital.
Kerupuk gaplek Pakisrejo menjadi salah satu contoh bagaimana kekayaan kuliner lokal masih menyimpan potensi besar untuk dikembangkan.
Dengan dukungan pendampingan yang tepat dari berbagai pihak, produk-produk semacam ini tak hanya akan bertahan, tapi juga bisa naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas. ****
Editor : Dharaka R. Perdana