RADAR TULUNGAGUNG - Mempersiapkan program koperasi merah putih bukan perkara mudah.
Perlu waktu yang relatif panjang utamanya untuk mempersiapkan penggawanya.
Pun deadline waktu yang ditetapkan oleh pemerintah dinilai terlalu mepet.
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Tulungagung, Nyadin mengungkapkan tugas Dekopinda adalah ikut menyiapkan atau melatih sumber daya manusia (SDM) di masing-masing koperasi merah putih di Tulungagung.
Menurutnya, kunci dari koperasi merah putih adalah SDM yang siap.
Jika SDM tidak siap, maka program nasional ini mempunyai resiko yang besar.
“Tapi kalau SDM nya siap, memang dampak dari koperasi merah putih ini sangat luar biasa. Bisa menjadi andalan ekonomi di akar rumput,” katanya.
Nah untuk mempersiapkan SDM itu juga sulit dan perlu waktu.
Nyadin menyorot kebijakan nasional yang memberikan deadline terhadap pembentukan koperasi merah putih ini.
“Menurut saya tidak apa-apa kalau sekedar launching simbolis satu koperasi merah putih di satu daerah diberikan deadline. Tapi kalau semua desa langsung ini yang sulit,” paparnya.
Dia khawatir jika SDM nya tidak siap, maka koperasi merah putih yang didirikan tidak mampu untuk bertumbuh.
Maka lebih baik untuk menyiapkan koperasi merah putih ini jangan dulu ada deadline yang ditentukan.
“Karena ini butuh menyiapkan SDM, menyiapkan kantor dan sebagainya. Persiapan ini cukup lama,” ungkap Nyadin.
Justru dengan adanya deadline, maka pihak yang menyiapkan koperasi merah putih ini akan terjebak oleh waktu.
Yang sebenarnya belum siap, tetapi di siap-siapkan.
“Deadline ini membuat kita terjebak dalam waktu, sehingga yang belum siap malah disiap-siapkan,” tutupnya.***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri