Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Meningkat, OJK dan BPS Umumkan Hasil SNLIK 2025

Rahmat Nur Yahya • Minggu, 4 Mei 2025 | 00:59 WIB
Indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat meningkat
Indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat meningkat

 

Radar Tulungagung, Jakarta, 2 Mei 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan pada indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

Hasil SNLIK 2025 mencatat:
• Indeks literasi keuangan: 66,46% (naik dari 65,43% di tahun 2024)
• Indeks inklusi keuangan: 80,51% (naik dari 75,02% di tahun 2024)

Pengumuman disampaikan oleh Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, dan Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, di Kantor BPS Jakarta.

Dua Metodologi Survei

SNLIK 2025 menggunakan dua pendekatan:
1. Metode Keberlanjutan – Menggunakan cakupan sembilan sektor jasa keuangan dan PSP, sejalan dengan SNLIK 2024.
2. Metode Cakupan DNKI – Memperluas cakupan dengan menyertakan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya (Koperasi, Pos Indonesia, dan lainnya).

Hasil:
• Metode Keberlanjutan:
• Literasi: 66,46%
• Inklusi: 80,51%
• Metode Cakupan DNKI:
• Literasi: 66,64%
• Inklusi: 92,74%
• Keuangan Syariah (keduanya):
• Literasi: 43,42%
• Inklusi: 13,41%

Pelaksanaan Survei
• Waktu: 22 Januari – 11 Februari 2025
• Lokasi: 120 kabupaten/kota di 34 provinsi
• Jumlah responden: 10.800 orang (usia 15–79 tahun)
• Metode: Stratified multistage cluster sampling

Indikator Utama
• Parameter Literasi: pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku.
• Parameter Inklusi: penggunaan produk dan layanan keuangan.

Temuan Berdasarkan Karakteristik

1. Wilayah
• Kota: Literasi 70,89% | Inklusi 83,61%
• Desa: Literasi 59,60% | Inklusi 75,70%
(Metode DNKI menunjukkan inklusi desa lebih tinggi: 90,03%)

2. Gender
• Laki-laki: Literasi 67,32% | Inklusi 80,73%
• Perempuan: Literasi 65,58% | Inklusi 80,28%
(Dalam Metode DNKI, inklusi perempuan sedikit lebih tinggi: 92,89%)

3. Usia
• Tertinggi:
• Literasi: 26–35 tahun (74,04%), 18–25 tahun (73,22%)
• Inklusi: 18–25 tahun (89,96%), 26–35 tahun (86,10%)
• Terendah:
• Literasi: 15–17 tahun (51,68%)
• Inklusi: 51–79 tahun (66,88%)

4. Pendidikan
• Tertinggi:
• Literasi: Perguruan tinggi (90,63%)
• Inklusi: Perguruan tinggi (99,10%)
• Terendah:
• Literasi: Tidak tamat SD (43,20%)
• Inklusi: Tidak tamat SD (56,95%)

5. Pekerjaan
• Tertinggi:
• Literasi: Pegawai/profesional (85,80%)
• Inklusi: Pensiunan (100%)
• Terendah:
• Literasi: Tidak/belum bekerja (49,36%)
• Inklusi: Tidak/belum bekerja (64,82%)

6. Sektor Jasa Keuangan
• Sektor perbankan masih menjadi kontributor tertinggi terhadap literasi (65,50%) dan inklusi (70,65%) keuangan.

Implikasi Kebijakan

SNLIK 2025 menjadi acuan utama bagi OJK dan para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan, strategi, serta produk dan layanan keuangan yang tepat sasaran. Survei ini juga mengidentifikasi segmen masyarakat yang masih memiliki tingkat literasi dan inklusi di bawah rata-rata nasional, yaitu:
• Perempuan
• Masyarakat perdesaan
• Usia 15–17 tahun dan 51–79 tahun
• Pendidikan rendah (tamat SMP ke bawah)
• Pekerjaan informal dan belum bekerja

OJK akan fokus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pada kelompok tersebut melalui strategi yang tertuang dalam Peta Jalan Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen (2023–2027), RPJMN 2025–2029, dan RPJPN 2025–2045.

Informasi lebih lanjut:
• OJK: M. Ismail Riyadi (Plt. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi)
Telp. (021) 29600000 | Email: humas@ojk.go.id
• BPS: Ateng Hartono (Deputi Bidang Statistik Sosial)
Telp. (021) 3841195 ext. 4001 | Email: sekdepsos@bps.go.id

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#SNLIK #bps #ojk