Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Cabai di Tulungagung Terjun Bebas, Ibu Rumah Tangga dan Pelaku Usaha Kuliner Semringah, Padahal Sempat Tembus Rp 100 per Kilogram

Sandy Sri Yuwana • Minggu, 18 Mei 2025 | 00:30 WIB

 

Seorang penjual cabai di pasaran Tulungagung sedang menunjukkan jenis-jenis cabai.
Seorang penjual cabai di pasaran Tulungagung sedang menunjukkan jenis-jenis cabai.

 

TULUNGAGUNG- Harga cabai di Tulungagung kembali mengalami penurunan signifikan. Jika beberapa bulan lalu sempat tembus lebih dari Rp 100 ribu per kilogram (kg), kini komoditas pedas tersebut bisa didapatkan dengan harga jauh lebih murah, yakni di kisaran Rp 22 ribu per kg.

Pada Sabtu (17/5/2025), penurunan harga cabai terjadi merata di berbagai titik penjualan di Tulungagung, mulai dari pasar tradisional, toko kelontong, hingga penjual rumahan.

Termasuk terpantau di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Harga cabai yang mengalami penurunan tersebut meliputi seluruh jenis cabai. Mulai dari cabai rawit, cabai merah, cabai hijau, abai besar, hingga cabai keriting.

Salah seorang penjual cabai rumahan di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Anggun Rusfaidah menyebutkan, harga cabai yang dia jual saat ini hanya Rp 22 ribu per kg.

“Ini harga hari ini (Sabtu, Red). Beberapa hari lalu teman saya yang jadi tengkulak sempat menawarkan di harga Rp 18 ribu per kilonya,” ujar Anggun.

Menurut dia, harga cabai saat ini tergolong sangat murah dibandingkan harga-harga sebelumnya. “Biasanya kalau lagi naik, bisa sampai Rp 100 ribu lebih. Sekarang murah banget. Tapi memang tiap tempat beda-beda harganya,” imbuhnya.

Hal serupa diakui oleh Supar, pemilik toko kelontong di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Dia menyebutkan, meski harganya tidak semurah di tempat lain, namun cabai di tokonya saat ini dijual sekitar Rp 30 ribu per kg.

“Turun banyak dari bulan lalu (harga cabai). Tapi memang tidak semua pedagang bisa dapat harga murah, tergantung dari mana ambilnya,” jelasnya.

Perbedaan harga antar penjual ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sumber pasokan, jumlah stok yang tersedia, hingga jenis cabai yang dijual. Namun secara umum, tren harga memang menunjukkan penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

Penurunan harga cabai ini diduga karena mulai masuknya musim panen cabai di beberapa daerah penghasil, baik dari wilayah Tulungagung sendiri maupun dari luar kabupaten. Melimpahnya pasokan membuat harga di tingkat tengkulak dan pasar ikut terkoreksi.

Masyarakat pun menyambut baik tren penurunan harga ini, khususnya para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. “Senang banget cabai murah. Biasanya kalau mahal, sambal jadi irit. Sekarang bisa puas masak pedas,” ungkap Sulastri, warga Desa Ringinpitu yang ditemui sedang berbelanja di warung peracangan setempat. (sri/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#usaha kuliner #tulungagung #harga cabai