TULUNGAGUNG- Bekerja di Alfamart, menjadi kenangan tersendiri bagi pengusaha sukses asal Tulungagung, Fajar Bayu.
Warga Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, ini memilih meninggalkan kerja di Alfamart untuk menggapai cita-cita.
Dia hanya bertahan dua tahun di Alfamart setelah itu melanglang buana. "Saya berkerja di Alfamart sekitar tahun 2015-2017," terang Bayu didalam podcast Radar Tulungagung.
Usai meninggal toko berjejaring tersebut, lantas bekerja di toko elektronik di wilayah Blitar.
Dari situ mulai belajar marketing, hingga terus menanjak karirnya.
Dia pun kembali melalang buana dan mendapatkan area tanggungjawab lebih luas.
Wilayah karisidenan Kediri dan Malang jadi sasaran penjualan barang elektronik.
Usai bisa menguasai sebagian Jawa Timur, lantas merambah Jawa Tengah.
Karir pemuda tersebut tetap cemerlang. Fasilitas dari perusahaan pun melimpah dan gaji mentereng.
Bisa dibilang sukses dan karir terus menjak. "Waktu itu mau pegang area Jawa Barat, namun pilih resign," terang pria tersebut.
Dia beralasan hengkan dari kerja kantoran, ingin dekat keluarga dan membatu orang tua untuk jualan alat-alat kebersihan rumah pada tahun 2021.
Dari mulai bantu- bantu orang tua, akhirnya jadi besar usahanya dan mulai fokus. "Modal awal ketika itu Rp 1 juta," katanya.
Baca Juga: Mengenal Wahyudi Setiana, Pengusaha Kerajinan Kulit Tulungagung yang Tembus Pasar Internasional
Meski modal minim, jaringan dan tekad kuat merupakan kunci. Dia pun lambat laun terus mengembangkan usahanya.
Tidak disangka dengan memasarkan lewat aplikasi jual beli online, pemesanan alat-alat kebersihan tambah pesat.
Waktu itu, kata dia, sudah menemukan algoritma ketika live sekitar pukul 12.00 hingga 14.00. Bahkan pernah mendapatkan penonton tertinggi dibawah artis Ruben Onsu.
Saking semangatnya live, saat bermain badminton pun tetap dilakukan. Justru itu membuat sial.
Dari pihak aplikasi memberikan peringatan. Sebab selama bermain badminton, tidak ngomong sama sekali.
Tidak pernah putus asa, saat live jumlah penonton sedikit tetap dilakukan. "Untungnya sudah banyak pengikut diaplikasi jual beli online," terang lulusan SMK Sore Tulungagung.
Dengan modal pengikut waktu itu 39 ribu, sudah menjadi berkah. Untuk pesanan tetap mengalir.
Dibarengi dengan semangat tinggi, kini bisa meraih hasil positif.
Tiap hari mencapai ratusan pengiriman dan bisa mempekerjakan warga sekitar. “Saya ingin bisa menemani tumbuh kembang anak saya. Dari situ saya yakin, rezeki bisa datang dari mana saja, asal kita sungguh-sungguh,” ujarnya.
Dia menambahkan, pelajaran selama ini, jika konsumen itu tidak selalu ingin membeli barang dengan harga murah. "Bisa membeli karena suka, gimmick, percaya. Kalau mahal dan tetap percaya, akan dibeli," pungkasnya. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah