TULUNGAGUNG - Tulungagung tidak hanya dikenal sebagai kota marmer dan batik, tetapi juga mulai mencuri perhatian dalam dunia pertanian hortikultura, terutama budidaya buah melon.
Dengan iklim tropis dan struktur tanah yang subur, Tulungagung menyimpan potensi besar sebagai sentra penghasil melon unggulan di Jawa Timur.
Letak geografis Tulungagung yang berada di dataran rendah hingga menengah menjadikan wilayah ini sangat cocok untuk tanaman melon.
Suhu udara yang hangat serta intensitas sinar matahari yang tinggi mempercepat proses fotosintesis, menghasilkan buah melon yang manis, renyah, dan beraroma khas.
Jenis tanah di daerah seperti Kecamatan Ngunut, Boyolangu, dan Rejotangan cenderung gembur dan memiliki drainase yang baik, yang menjadi syarat ideal untuk budidaya melon secara intensif.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak petani di Tulungagung mulai beralih menanam melon karena melihat potensi keuntungan yang menjanjikan.
Dibandingkan tanaman lain, melon memiliki nilai jual tinggi di pasar lokal maupun luar daerah, terutama menjelang bulan puasa dan lebaran.
Beberapa varietas unggulan yang dibudidayakan antara lain:
Melon Golden: Kulit kuning keemasan, rasa manis, dan tahan simpan.
Melon Sky Rocket: Pola jaring putih di kulit, daging oranye, manis, dan juicy.
Melon Inthanon: Cocok untuk dataran rendah dan tahan terhadap ppenyakit
Petani di Tulungagung juga mulai menerapkan teknik budidaya modern seperti:
- Green house melon untuk pengendalian hama dan penyakit.
- Sistem fertigasi tetes agar nutrisi dan air terserap optimal.
Beberapa kelompok tani juga mendapat pendampingan dari dinas pertanian untuk peningkatan produktivitas dan standar mutu, agar melon Tulungagung mampu bersaing di pasar nasional.
Pasar melon dari Tulungagung sangat terbuka. Selain memenuhi permintaan dari Malang, Surabaya, hingga Jakarta.
Ke depannya, dengan penguatan branding lokal dan sertifikasi GAP (Good Agricultural Practices), melon Tulungagung berpotensi menjadi komoditas ekspor andalan.
Pemerintah Daerah Tulungagung terus mendorong sektor pertanian hortikultura melalui:
- Pelatihan budidaya melon berbasis teknologi
- Bantuan benih dan pupuk bersubsidi
- Pameran hasil pertanian dalam event “Bangga Produk Tulungagung”
Pengembangan UMKM olahan melon seperti sirup melon, jus melon kemasan, hingga dodol melon
Dengan segala potensi alam, dukungan teknologi, dan semangat petani lokal, pertanian melon di Tulungagung bukan sekadar ladang hijau, melainkan ladang emas yang siap panen.
Kini saatnya mengenal lebih dekat, mencicipi manisnya, dan mendukung melon lokal Tulungagung agar semakin dikenal luas.(rin)
Editor : Didin Cahya Firmansyah