Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

UMK Tulungagung 2025 dalam Kurun Waktu Lima Tahun, Kenaikan yang Stabil

Ria Romadoni • Selasa, 1 Juli 2025 | 21:00 WIB

Setiap tahunnya, UMK di Tulungagung ditetapkan oleh Pemprov Jatim dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kebutuhan hidup layak masyarakat.
Setiap tahunnya, UMK di Tulungagung ditetapkan oleh Pemprov Jatim dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kebutuhan hidup layak masyarakat.

TULUNGAGUNG- UMK Tulungagung 2025 menjadi topik yang banyak dicari oleh para pekerja, pelaku usaha, dan masyarakat umum di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Setiap tahunnya, UMk Tulungagung ditetapkan Pemprov Jatim oleh  berdasarkan usulan dari Pemkab Tulungagung dan Dewan Pengupahan daerah serta mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kebutuhan hidup layak masyarakat.

Berikut ini adalah gaji UMR Tulungagung dalam 5 tahun terakhir:

1. UMK Tulungagung 2021: Rp 2.010.000

2. UMK Tulungagung 2022: Rp 2.029.358

3. UMK Tulungagung 2023: Rp 2.229.358

4. UMK Tulungagung 2024: Rp 2.320.000

5. UMK Tulungagung 2025: Rp 2.470.800

Baca Juga: UMK Tulungagung 2025 Sesuai Usulan, Dewan: Awasi Dampaknya di Masyarakat

Ketentuan gaji UMR Tulungagung ini diatur dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/775/KPTS/013/2024 Tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2025.

Setiap tahunnya UMK di Tulungagung mengalami kenaikan yang konsisten, kenaikan yang stabil ini mencerminkan upaya berkelanjutan untuk menyesuaikan upah minimum sesuai inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kebutuhan hidup layak masyarakat Tulungagung.

Kenaikan UMK Tulungagung 2025 diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan taraf hidup pekerja.

Baca Juga: UMK Tulungagung 2025 Naik, Pengusaha Ingin Ada Kajian Ulang

Namun, bagi pengusaha, kenaikan UMR juga berarti peningkatan beban biaya operasional.

Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan agar dunia usaha tetap kondusif tanpa mengabaikan kesejahteraan buruh. (*)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#umk #tulungagung #gaji