JAKARTA– Setelah melalui berbagai tahapan persiapan dan penguatan kelembagaan, Bank Syariah Muhammadiyah (BSM) resmi akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2025.
Kehadiran Bank Syariah Muhammadiyah (BSM) diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan ekonomi umat berbasis nilai-nilai Islam dan kemandirian organisasi.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, menyampaikan bahwa pembentukan Bank Syariah Muhammadiyah adalah bagian dari ikhtiar besar Persyarikatan untuk memperkuat peran dakwah di bidang ekonomi.
“Kami ingin menghadirkan lembaga keuangan yang tidak hanya profesional, tapi juga membawa misi keumatan yang kokoh,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (30/6/2025).
Bank ini rencananya akan fokus pada pembiayaan sektor produktif, seperti UMKM, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Tidak hanya ditujukan untuk warga Muhammadiyah, tetapi juga terbuka bagi masyarakat luas yang menghendaki sistem keuangan berbasis syariah.
Proses perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia telah memasuki tahap akhir.
Diketahui bahwa BSM akan memanfaatkan jaringan luas Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia
Termasuk melalui amal usaha Muhammadiyah (AUM) seperti sekolah, rumah sakit, dan koperasi.
Direktur Eksekutif Lembaga Keuangan Syariah Muhammadiyah, Irfan Subekti, menegaskan bahwa bank ini bukan sekadar simbol eksistensi, melainkan upaya konkret untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah.
“Kami ingin membuktikan bahwa bank syariah bisa tumbuh sehat, kompetitif, dan tetap memegang teguh prinsip keadilan sosial,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemkab Tulungagung Dukung Program Sekolah Peduli Inflasi dari Bank Indonesia
Peluncuran resmi direncanakan berlangsung di Yogyakarta sebagai kota kelahiran Muhammadiyah, dengan mengundang berbagai tokoh nasional, ulama, pelaku ekonomi syariah, serta perwakilan organisasi Islam lainnya.
Dengan slogan “Bersama Membangun Ekonomi Berkeadilan”.
Bank Syariah Muhammadiyah berharap dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat sistem ekonomi Islam di Indonesia
Sekaligus memperluas peran Muhammadiyah di sektor strategis nasional. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah