RADAR TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung terus berkomitmen dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan laju inflasi daerah.
Yakni melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Agustus 2025.
Tentu masyarakat Tulungagung dengan bebas bisa membeli bahan pangan sesuai kebutuhan.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengatakan, pelaksanaan GPM bertepatan dengan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Tentunya merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat Tulungagung. Apalagi semua peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Panen Raya Padi Agrosolution di Jombang
“Kita dituntut menjaga ketersediaan stok, namun juga memastikan kemudahan akses masyarakat terhadap pangan yang aman, merata, dan bergizi,” jelasnya.
Pria asal Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Tulungagung ini menambahkan, GPM tak hanya menjual bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi wadah promosi produk unggulan lokal serta ajang pemberdayaan UMKM.
Dia menilai keikutsertaan pelaku usaha dari berbagai kecamatan menunjukkan sinergi antara ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Saya mengajak masyarakat untuk mencintai produk kita sendiri. Dengan membeli produk UMKM lokal, kita turut memperkuat fondasi ekonomi daerah,” imbuhnya.
Baca Juga: 5 Jenis Bahan Pangan Ini Sering Dikira Asli Indonesia, Padahal Bukan!
Dia menyoroti pentingnya menjaga daya beli masyarakat, terlebih di tengah naiknya harga sejumlah komoditas pangan.
Apalagi inflasi year-on-year (YOY) per Juli 2025 mencapai 2,86 persen, lebih tinggi dibanding tahun lalu yang sebesar 2,18 persen.
"Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,17 persen dengan andil 1,47 persen,” jelasnya.
Baca Juga: Pertanian di Tulungagung: Pilar Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal
Sementara itu, Kepala DKP, Agus Suswantoro, menyebut GPM sebagai bagian dari program pengendalian inflasi daerah yang terintegrasi.
Selain GPM, dinasnya juga telah melakukan bimbingan teknis kepada petani dan penyaluran bantuan pangan pada Juni–Juli 2025.
Baca Juga: Pemkab Tulungagung Fokus Tekan Inflasi 3,5 Persen di Semester II, Komoditas Pangan jadi Perhatian
“Bantuan diberikan kepada 434 balita stunting dan keluarga miskin berupa paket bahan pangan. Ini upaya nyata kami mendukung ketahanan pangan daerah,” ungkap Agus.
Lebih lanjut, pihaknya juga mengintensifkan layanan registrasi izin pangan segar serta pengawasan mutu pangan yang beredar di masyarakat agar tetap aman dan layak konsumsi.
Baca Juga: Jawa Timur Sebagai Jantung Pangan Nasional dengan Panen Beras Terbesar Se-Indonesia
Sedangkan dalam konteks pengendalian inflasi, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tulungagung juga telah menggelar rapat koordinasi, memperkuat kerja sama antar daerah, serta melaksanakan operasi pasar murah dan inspeksi langsung ke pasar-pasar.
“Semua upaya ini bertujuan menjaga harga dan stok tetap stabil agar inflasi daerah bisa dikendalikan secara optimal,” pungkasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana