Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah, Ini Target yang Ingin Mereka Capai

Dharaka R. Perdana • Kamis, 7 Agustus 2025 | 16:38 WIB

BERANEKA RAGAM: Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo melihat dan ikut memborong sejumlah produk UMKM di GPM yang digelar DKP hingga 9 Agustus ini. (DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
BERANEKA RAGAM: Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo melihat dan ikut memborong sejumlah produk UMKM di GPM yang digelar DKP hingga 9 Agustus ini. (DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung terus berkomitmen dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan laju inflasi daerah.

Yakni melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Agustus 2025.

Baca Juga: 132 Ton Beras Premium Tak Sesuai Mutu Disita Satgas Pangan Polri dari Gudang PT FS, Modus Terbongkar yang Rugikan Konsumen dan Sita Delapan Merek

Tentu masyarakat Tulungagung dengan bebas bisa membeli bahan pangan sesuai kebutuhan.

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengatakan, pelaksanaan GPM bertepatan dengan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Tentunya merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat Tulungagung. Apalagi semua peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Panen Raya Padi Agrosolution di Jombang

“Kita dituntut menjaga ketersediaan stok, namun juga memastikan kemudahan akses masyarakat terhadap pangan yang aman, merata, dan bergizi,” jelasnya.

Pria asal Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Tulungagung ini menambahkan, GPM tak hanya menjual bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi wadah promosi produk unggulan lokal serta ajang pemberdayaan UMKM.

Baca Juga: 25 Sekolah di Tulungagung Tunjukkan Aksi di Program SPI Bank Indonesia, Cetak Generasi Muda Tangguh, Melek Ekonomi, Mandiri Pangan

Dia menilai keikutsertaan pelaku usaha dari berbagai kecamatan menunjukkan sinergi antara ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Saya mengajak masyarakat untuk mencintai produk kita sendiri. Dengan membeli produk UMKM lokal, kita turut memperkuat fondasi ekonomi daerah,” imbuhnya.

Baca Juga: 5 Jenis Bahan Pangan Ini Sering Dikira Asli Indonesia, Padahal Bukan!

Dia menyoroti pentingnya menjaga daya beli masyarakat, terlebih di tengah naiknya harga sejumlah komoditas pangan.

Apalagi inflasi year-on-year (YOY) per Juli 2025 mencapai 2,86 persen, lebih tinggi dibanding tahun lalu yang sebesar 2,18 persen.

"Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,17 persen dengan andil 1,47 persen,” jelasnya.

Baca Juga: Pertanian di Tulungagung: Pilar Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal

Sementara itu, Kepala DKP, Agus Suswantoro, menyebut GPM sebagai bagian dari program pengendalian inflasi daerah yang terintegrasi.

Selain GPM, dinasnya juga telah melakukan bimbingan teknis kepada petani dan penyaluran bantuan pangan pada Juni–Juli 2025.

Baca Juga: Pemkab Tulungagung Fokus Tekan Inflasi 3,5 Persen di Semester II, Komoditas Pangan jadi Perhatian

“Bantuan diberikan kepada 434 balita stunting dan keluarga miskin berupa paket bahan pangan. Ini upaya nyata kami mendukung ketahanan pangan daerah,” ungkap Agus.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengintensifkan layanan registrasi izin pangan segar serta pengawasan mutu pangan yang beredar di masyarakat agar tetap aman dan layak konsumsi.

Baca Juga: Jawa Timur Sebagai Jantung Pangan Nasional dengan Panen Beras Terbesar Se-Indonesia

Sedangkan dalam konteks pengendalian inflasi, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tulungagung juga telah menggelar rapat koordinasi, memperkuat kerja sama antar daerah, serta melaksanakan operasi pasar murah dan inspeksi langsung ke pasar-pasar.

“Semua upaya ini bertujuan menjaga harga dan stok tetap stabil agar inflasi daerah bisa dikendalikan secara optimal,” pungkasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #ketahanan pangan #gerakan pangan murah #gpm