Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jangan Mudah Terjebak Greenwashing, Ini Penjelasan Sebenarnya dan Cara Mengenalinya

Naufal Shafa Diya • Senin, 11 Agustus 2025 | 06:19 WIB

Bahaya Greenwashing dan cara untuk mengenalinya untuk masa depan Bumi
Bahaya Greenwashing dan cara untuk mengenalinya untuk masa depan Bumi

TULUNGAGUNG - Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan dan keberlanjutan semakin meningkat.

Banyak konsumen kini memilih produk ramah lingkungan atau dari perusahaan yang mengklaim peduli terhadap isu perubahan iklim.

Namun, tidak semua klaim tersebut benar adanya. Di sinilah istilah greenwashing menjadi penting untuk dipahami.

Baca Juga: Di Tulungagung, Modal Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Bisa lewat Himbara untuk Pemasok Komoditas Utama dalam Bisnis, Anggota DPR Bilang Begini

Greenwashing adalah praktik di mana perusahaan, merek, atau organisasi mengklaim bahwa produk, layanan, atau kegiatan mereka ramah lingkungan, padahal sebenarnya tidak.

Tujuannya adalah untuk menarik perhatian konsumen yang peduli terhadap isu lingkungan agar membeli produk atau menggunakan jasa mereka.

Istilah ini berasal dari kata "green" (yang merujuk pada lingkungan) dan "whitewashing" (menyembunyikan fakta yang tidak menyenangkan).

Artinya, greenwashing adalah upaya memanipulasi citra agar terlihat ramah lingkungan tanpa perubahan nyata di balik layar.

Baca Juga: Ori Green Tulungagung: Sentra Tanaman Hias dan Buah yang Kian Populer di Jawa Timur

Beberapa bentuk greenwashing yang sering ditemukan di pasar antara lain:

1. Label atau Klaim Eco-Friendly Tanpa Bukti

Produk mengklaim ramah lingkungan, tetapi tidak memiliki sertifikasi atau data pendukung yang jelas.

2. Penggunaan Warna Hijau dan Gambar Alam

Desain kemasan yang dipenuhi dengan daun, tetesan air, atau warna hijau yang menipu persepsi konsumen.

3. Klaim Berlebihan pada Satu Aspek

Misalnya, botol plastik yang disebut “lebih ramah lingkungan” hanya karena tutupnya bisa didaur ulang, padahal bahan utama botol tetap merusak lingkungan.

4. Menyoroti Inisiatif Kecil untuk Menutupi Kerusakan Besar

Perusahaan yang mengiklankan penanaman pohon, tetapi mengabaikan fakta bahwa mereka menyumbang emisi karbon dalam jumlah besar dari proses produksinya.

5. Sertifikasi Palsu atau Tidak Resmi

Menggunakan label “organik” atau “natural” dari badan tidak resmi yang tidak diakui secara global.

Baca Juga: Perut Mulas Setelah Sarapan Pagi, Ada Penyebab dan Cara Mengatasinya sebelum Pergi ke Dokter

Mengapa Greenwashing Berbahaya?

Menyesatkan konsumen, Membuat konsumen percaya bahwa mereka berkontribusi terhadap lingkungan, padahal tidak. Menghambat perubahan nyata.

Perusahaan yang benar-benar menerapkan praktik berkelanjutan jadi kalah bersaing karena citra “hijau” lebih mudah dimanipulasi daripada diterapkan secara nyata.

Merusak kepercayaan publik. Ketika greenwashing terungkap, konsumen bisa kehilangan kepercayaan pada produk-produk hijau secara keseluruhan.

Cara Mengenali Greenwashing

1. Cek sertifikasi dan Label Resmi

Pastikan produk memiliki sertifikasi dari lembaga terpercaya seperti USDA Organic, EcoLabel, FSC (Forest Stewardship Council), Energy Star, ISO 14001

2. Telusuri Transparansi Perusahaan

Perusahaan yang benar-benar peduli pada lingkungan akan mempublikasikan data dan laporan keberlanjutan mereka secara terbuka di situs web resmi.

3. Waspadai Klaim Umum Tanpa Detail

Hati-hati dengan istilah seperti “Natural”, “Eco-friendly”, “Green product” Jika tidak disertai penjelasan atau bukti, klaim tersebut patut diragukan.

Baca Juga: Rahasia Donat Empuk Tanpa Berminyak, Coba 7 Tips Anti Gagal

4. Perhatikan Konsistensi Aksi dan Iklan

Apakah hanya iklannya yang terlihat ramah lingkungan? Cek apakah perilaku bisnisnya konsisten, seperti penggunaan energi terbarukan, limbah yang dikelola dengan baik, atau mendukung program lingkungan jangka panjang.

5. Cari Ulasan dan Investigasi Independen

Baca ulasan konsumen, laporan media, atau artikel dari lembaga non-profit yang mengamati perilaku perusahaan terhadap lingkungan.

Greenwashing adalah strategi pemasaran yang manipulatif dan tidak etis. Untuk menjadi konsumen yang cerdas, penting bagi kita untuk lebih kritis dalam menilai klaim ramah lingkungan yang disampaikan oleh produk atau merek tertentu.

Dengan mengenali tanda-tanda greenwashing, kita bisa membuat pilihan yang benar-benar mendukung keberlanjutan bumi.

Ingat, langkah kecil dari konsumen yang sadar bisa membawa perubahan besar dalam dunia industri dan lingkungan.

Editor : Dharaka R. Perdana
#greenwashing #bahaya #Masa Depan Bumi