Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Saham Indonesia Menguat Usai Masuk Indeks MSCI Agustus 2025, Segini Kenaikannya

M Filzaa Aulia N • Senin, 11 Agustus 2025 | 02:04 WIB

DSSA dan CUAN masuk indeks MSCI Global Standard, pasar saham Indonesia langsung bergairah sambut arus modal asing.
DSSA dan CUAN masuk indeks MSCI Global Standard, pasar saham Indonesia langsung bergairah sambut arus modal asing.

RADAR TULUNGAGUNG - Indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International) menjadi tolok ukur utama bagi investor institusional global.

Indeks ini berperan penting dalam mengarahkan alokasi dana dan pembentukan portofolio investasi.

Saham yang masuk dalam indeks MSCI otomatis menjadi incaran manajer dana. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan likuiditas, arus modal asing, dan kenaikan harga saham terkait.

Oleh karena itu, saham Indonesia yang masuk indeks MSCI Agustus 2025 mendapat perhatian luas dari pelaku pasar.

Baca Juga: 80 Tahun Merdeka, Camat Pucanglaban: Bangkit Lewat Ekonomi, Soliditas, dan Partisipasi Warga

Syarat Masuk Indeks MSCI dan Dampaknya bagi Emiten

Masuk ke indeks MSCI bukan perkara mudah. Saham harus memenuhi sejumlah kriteria ketat seperti likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar yang besar, dan struktur kepemilikan yang tersebar.

Free Float Market Capitalization (FFMC) menjadi penentu utama kelayakan saham. Saham dengan kepemilikan publik besar memiliki peluang lebih tinggi untuk masuk indeks MSCI.

Efeknya, saham tersebut seringkali melonjak karena dibeli oleh ETF dan fund global berbasis MSCI.

Baca Juga: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Perkuat Optimisme Pertumbuhan Ekonomi 2025–2026

Daftar Saham Indonesia dalam Perubahan Indeks MSCI Agustus 2025

Pengumuman resmi MSCI untuk perubahan Agustus 2025 dirilis pada 7 Agustus 2025 dan mulai berlaku efektif pada 27 Agustus 2025.

Berikut ini adalah ringkasan perubahan terbaru pada saham Indonesia yang masuk indeks MSCI Agustus 2025:

MSCI Global Standard Indexes

Jenis Perubahan Saham Keterangan

Penambahan DSSA (Dian Swastatika Sentosa) FFMC: US$ 6,6 miliar, ADTV: US$ 7,2 juta

Penambahan CUAN (Petrindo Jaya Kreasi) Kinerja melonjak, volume aktif

Penghapusan ADRO (Adaro Energy Indonesia) Dipindahkan ke MSCI Small Cap Indexes

Baca Juga: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Perkuat Optimisme Pertumbuhan Ekonomi 2025–2026

MSCI Small Cap Indexes

Jenis Perubahan Saham

Penambahan AADI, ADRO, KPIG, PTRO, RATU, TAPG

Penghapusan MBMA, PNLF

ADRO yang sebelumnya berada di indeks utama kini hanya masuk kategori small cap. Sebaliknya, CUAN dan DSSA melesat usai berhasil naik ke Global Standard.

Baca Juga: Bank Run Meluas: Rakyat Ramai-Ramai Tarik Uang dari Bank, Ekonomi Terancam Kolaps

Prediksi Saham Berpotensi Masuk MSCI Sebelum Pengumuman

Sebelum pengumuman resmi, para analis telah memprediksi beberapa nama yang berpotensi besar masuk indeks MSCI.

Fokus utama mereka pada saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu seperti CUAN dan PTRO.

Samuel Sekuritas menilai bahwa Barito Renewables (BREN) juga memiliki prospek kuat untuk masuk indeks, meski harga sahamnya saat ini belum mencukupi.

Jika menembus harga Rp9.000 per lembar, BREN diyakini akan memenuhi syarat kapitalisasi dan likuiditas.

SSIA (Surya Semesta Internusa) juga mencuri perhatian karena lonjakan harga saham pasca akuisisi oleh Grup Djarum.

Kapitalisasi free float SSIA kini melampaui USD 618 juta dan memenuhi syarat minimum transaksi harian.

Baca Juga: Kepala PPATK Bantah Isu Pemblokiran 31 Juta Rekening, Ini Penjelasan Resminya

Rekomendasi Saham Usai Masuk Indeks MSCI

Beberapa saham yang baru masuk indeks langsung direkomendasikan oleh analis. Muhammad Wafi dari Korea Investment and Sekuritas Indonesia menyarankan strategi "buy on breakout" untuk CUAN.

Ia menyebutkan support CUAN berada di Rp 1.300 dan resistance di Rp 1.700. Meski sempat melemah 3,59 persen pada 7 Agustus 2025 ke Rp 1.475, potensi teknikalnya masih terbuka lebar.

Strategi ini umum dilakukan saat saham masuk indeks MSCI, karena biasanya investor institusional mulai mengakumulasi dalam jumlah besar.

Baca Juga: Warga Tulungagung Perlu Hindari 5 Pengeluaran saat Ekonomi Lesu jika Ingin Tetap Bertahan secara Finansial

Pergerakan Pasar Setelah Pengumuman MSCI
Pasar saham merespons positif kabar saham Indonesia yang masuk indeks MSCI Agustus 2025. Beberapa indikator utama menunjukkan tren penguatan.

Indikator Nilai (7-8 Agustus 2025) Perubahan

Harga Emas Rp1.959.000 +Rp 16.000 (+0,82 persen)

USD/IDR Rp 16.318 +20 (+0,12 persen)

IHSG 7.530 +39,32 (+0,52 persen)

KOMPAS100 1.072 +10,30 (+0,97 persen)

LQ45 797 +0,96 (+0,12 persen)

Net Buy Asing Rp 666 miliar Kuatnya minat investor

Nikkei Jepang Rekor Tertinggi Kontras dengan bursa Asia

Pasar domestik turut terangkat oleh sentimen MSCI. Investor asing kembali masuk dengan net buy jumbo yang memperkuat kepercayaan pasar. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#bursa saham #cuan #investasi global #saham indonesia #MSCI #pasar modal