Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tulungagung Ramai Agenda Karnaval Agustusan, Ike Novilia Kebanjiran Pesanan Kostum, Begini Perjuangannya

Dharaka R. Perdana • Rabu, 13 Agustus 2025 | 00:37 WIB

Ike Novilia dalam proses produksi kostum karnaval di kediamannya. (DOK PRIBADI)
Ike Novilia dalam proses produksi kostum karnaval di kediamannya. (DOK PRIBADI)

RADAR TULUNGAGUNG - Perayaan HUT Kemerdekaan RI yang diperingati setiap Agustus membawa berkah tersendiri bagi beberapa orang di Tulungagung.

Khususnya yang berkecimpung di jasa persewaan ataupun pembuatan kostum karnaval untuk menyemarakkan Agustus.

Baca Juga: 10 Permainan Menarik untuk Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, Mayoritas Beregu

Salah satunya Ike Novilia warga Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung yang terhitung sebagai salah satu "pemain lama" di dunia produksi kostum karnaval.

Bulan ini jadi masa panen baginya. Bahkan tingginya jumlah pesanan selama Agustus membuatnya kewalahan.

Baca Juga: Tak Melulu dengan Hura-hura, Ini 7 Cara Rayakan Hari Kemerdekaan dengan Lebih Bermakna

Mulanya, Ike merupakan seorang karyawan rumah rias. Lalu, mulai 2007 lalu dia mencoba membuat kostum-kostum karnaval untuk menunjang pekerjaannya.

Dari sana dia mulai pemasaran secara gethok tular alias dari mulut ke mulut. "Pertama saya share di Facebook atau paling nggak ya ke teman. (Modalnya) misal ada rezeki ya dicantholne dikit-dikit," sebut Ike. 

Baca Juga: Makna Mendalam Simbol Kemerdekaan: Merah Putih, Garuda, dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Di awal, Ike mengaku perlu merogoh kocek cukup dalam untuk memenuhi kebutuhan pembuatan kostum.

Mulai dari kertas, karton, besi, lem, cat, gunting, dan berbagai kebutuhan lain. Meski begitu, Ike juga sempat ragu untuk memproduksi kostum dalam skala besar di awal-awal dia merintis usahanya.

Baca Juga: 5 Monumen di Tulungagung yang Sarat Sejarah, Wajib Dikunjungi saat Perayaan HUT Kemerdekaan RI

Sebab, perempuan berjilbab ini juga disibukkan dengan berbagai kegiatan lain. "Banyak yang minta tapi aku belum berani. Tergantung hatiku. Kalau belum ingin ya nyandhak angel (enggan menyentuh). Kadang terbentur kegiatan yang lain," akunya.

Singkat cerita, produknya makin dikenal luas masyarakat Tulungagung. Itu tak lepas dari masifnya promosi di kanal media sosial.

Kini, Ike bisa mendapat hingga 3-4 pesanan kostum karnaval dalam sebulan. "Misal aku terima semua ya kewalahan. Misal satu bulan ada empat atau tiga, nggak mesti. Pokoknya tergantung niatku," lanjutnya.

Pesanan meningkat tajam di momen-momen peringatan kemerdekaan Republik Indonesia di sepanjang Agustus.

Baca Juga: Akademisi dan Pengamat Pendidikan Asal Tulungagung, Hadi Wijayanto, Menakar Kemerdekaan Perlu Introspeksi Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

Ike menyebut, pesanan bisa datang dari pelanggan perseorangan, instansi sekolah, dan berbagai pihak lain. "Dibanding hari biasa jauh, meningkat banyak. Perbandingannya sampai 50-95 persen," ujar Ike.

Meski jadi masa panen baginya, Ike justru tak ingin ajimumpung. Sebab, dia khawatir hal ini akan membuat aktivitas lain jadi terbengkalai.

Baca Juga: Dalang Senior Asal Tulungagung, Ki Budi Plandang, Menakar Kemerdekaan dari Perspektif Seni Harus Diekspresikan dalam Karya Seni

Faktor kesehatan juga jadi hal lain yang patut ditimbang. "Kalau kemarin 20 (pesanan) ya ada. Kalau sekarang agak berkurang. Paling ya 10-an, saya batasi. Iki pas repot repotnya di sekolah. Dipasrahi untuk menghias sekolah juga. Jadi terbentur," bebernya.

Jumlah pesanan diprediksi masih akan meningkat hingga akhir bulan ini. Ike memilih tetap bijak dalam pengelolaan bisnis dan kondisi kebugarannya.

Baca Juga: Ketua PWI Tulungagung, Wiwieko Dharmaidiningrum, Menakar Kemerdekaan dari Perspektif Pers, Tak Ada Intimidasi dan Belenggu Berita

Yakni, dengan tetap membatasi jumlah pesanan. "Tapi tetap saya batasi. Tidak langsung saya terima semua. Lagipula saya mengerjakan sendir, berbeda cerita kalau ada yang membantu," terangnya.

Untuk diketahui, pesanan bukan hanya datang dari wilayah Tulungagung. Tapi, juga dari luar kota. Untuk memastikan kostum prpduksinya tak mengalami kerusakan saat proses pengantaran, Ike memilih untuk menolak pesanan dari wilayah yang jauh dari Tulungagung.

"Sementara beraninya dekat-dekat dan yang jauh tidak berani karena takut rusak saat dikemas," tandasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#hut kemerdekaan ri #agustus #tulungagung #kostum karnaval