Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pasar Modal Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Sosial, IHSG Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Rahmat Nur Yahya • Jumat, 5 September 2025 | 23:16 WIB
Photo
Photo

JAKARTA – Di tengah tantangan demonstrasi dan gejolak sosial yang melanda pada Agustus 2025, kinerja pasar modal Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang mengesankan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat optimisme investor tetap terjaga berkat fundamental ekonomi nasional yang kokoh serta prospek penguatan pasar keuangan global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir Agustus di level 7.830, menguat 4,63% secara bulanan (month-to-date/mtd) dan melonjak 10,60% dibanding akhir 2024.

Bahkan, pada 28 Agustus, IHSG sempat menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 8.022,76, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 14.377 triliun.

“Dari sisi likuiditas, rata-rata nilai transaksi harian saham sepanjang Agustus tercatat Rp 14,32 triliun. Angka ini naik dibanding bulan sebelumnya yang sebesar Rp 13,42 triliun, sekaligus lebih tinggi dari rata-rata sepanjang 2024 yang berada di kisaran Rp 12,85 triliun. Secara year-to-date, ini mencerminkan pertumbuhan 11,42%,” ujar Anggota Dewan Komisioner OJK, Inarno Djajadi, dalam konferensi pers daring, Kamis (4/9/2025).

Inarno menambahkan, kondisi ekonomi makro dan sektor jasa keuangan menunjukkan indikator positif yang mendukung kepercayaan pasar.

Perekonomian Indonesia pada triwulan I 2025 mencatat pertumbuhan 4,87%, didorong konsumsi rumah tangga yang stabil. Inflasi pun tetap terkendali, dengan inflasi umum pada April 2025 tercatat 1,95% (yoy) dan inflasi inti di level 2,5%.

“Stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global,” tegasnya.

Kembalinya minat investor asing menjadi sinyal positif lainnya.

Setelah dua bulan berturut-turut mencatat aksi jual bersih (net sell), investor asing kembali melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 10,96 triliun pada Agustus.

Meski secara year-to-date masih tercatat net sell Rp 50,95 triliun, tren ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan global terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Penguatan tidak hanya terjadi di pasar saham, tetapi juga merambah pasar obligasi.

Indeks Composite Bond Index (ICBI) naik 1,62% secara bulanan dan 8,40% sepanjang tahun berjalan ke level 425,63.

Dari sektor pengelolaan investasi, total aset kelolaan (asset under management/AUM) pada Agustus mencapai Rp 885,95 triliun.

Angka ini naik 3,42% dibanding bulan sebelumnya dan tumbuh 5,80% secara year-to-date.

Aktivitas penghimpunan dana di pasar modal juga menunjukkan tren positif.

Hingga Agustus 2025, nilai penawaran umum mencapai Rp 167,92 triliun, naik Rp 18 triliun dari bulan sebelumnya.

Dalam periode yang sama, 16 emiten baru resmi melantai di bursa, menghimpun dana sebesar Rp 8,49 triliun.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa meskipun diwarnai dinamika politik dan sosial, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan daya tahan dan optimisme yang kuat.

Dengan fundamental ekonomi yang solid, stabilitas sektor keuangan yang terjaga, dan meningkatnya kepercayaan investor, prospek pasar modal Indonesia ke depan dinilai tetap cerah.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#ihsg #otoritas jasa keuangan #perekonomian