RADAR TULUNGAGUNG - Kabar mengejutkan datang dari pasar logam mulia. Para analis memprediksi bahwa harga emas bisa menembus level fantastis Rp 2,3 juta per gram di pertengahan September 2025.
Bila prediksi ini benar, maka ini akan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perdagangan emas di Indonesia.
Apa yang mendorong harga emas naik setinggi ini? Jawabannya bukan satu, melainkan kombinasi dari faktor global dan domestik yang tengah berperan secara bersamaan.
Ibrahim Assuaibi, Direktur Laba Forexindo Berjangka, menyebut bahwa harga emas dunia berpotensi menembus USD 3.700 per troy ounce antara 8–16 September, jika tren global tetap mendukung.
"Pasar tengah bersiap menyambut kebijakan moneter baru dari The Fed. Jika suku bunga dipangkas, emas akan jadi aset buruan," jelas Ibrahim.
Dampaknya langsung terasa di pasar dalam negeri. Harga emas Antam yang semula stagnan di kisaran Rp 1,950 juta, kini melesat hingga Rp 2,060.000 per gram
"Jika harga emas dunia benar-benar menyentuh USD 3.700, maka harga emas Antam bisa mencapai Rp2.200.000–2.300.000 per gram," ungkap analis pasar logam PT Treasury.
Baca Juga: Yuk Mengenal Ekonomi dalam Kehidupan: Cara Kerja, Faktor, dan Manfaatnya
Rekomendasi untuk Masyarakat Tulungagung:
1. Investor jangka panjang: Bisa tetap menyimpan emas karena tren masih naik.
2. Investor jangka pendek: Perhatikan momen pertengahan September untuk potensi ambil untung.
3. Pemula: Hindari euforia. Lakukan pembelian bertahap, tidak sekaligus.
Harga emas memang menggoda, tapi keputusan investasi harus berbasis data, bukan emosi. Jika Anda ingin membeli atau menjual emas, lakukan dengan strategi dan pahami kondisi pasar global. ****
Editor : Dharaka R. Perdana