Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tidak Ada Peremajaan Tanaman Kelapa Sawit, Produksi CPO Mengalami Stagnasi, Apa Solusinya?

Siti Fadhilah Salsabila • Jumat, 12 September 2025 | 23:20 WIB

Lima tahun terakhir produksi CPO stagnan hanya berada di kisaran 50 juta ton per tahun.
Lima tahun terakhir produksi CPO stagnan hanya berada di kisaran 50 juta ton per tahun.

RADAR TULUNGAGUNG - Industri kelapa sawit masih memegang peran vital sebagai penopang ekonomi nasional.

Namun, dalam lima tahun terakhir, industri kelapa sawit harus berhadapan dengan masalah serius. 

Berupa stagnasi produksi dan penurunan produktivitas di tengah melonjaknya kebutuhan domestik seiring pengembangan program biodiesel.

Baca Juga: Prospek Cerah, Indonesia Cile Memperbesar Potensi Perdagangan Bilateral, Wamendag Dyah Roro Esti: Tumbuh USD 446 Juta

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono menyebutkan, lima tahun terakhir produksi crude palm oil (CPO) dinilai stagnan hanya berada di kisaran 50 juta ton per tahun.

Penyebab utama kondisi ini adalah program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang belum berjalan optimal.

Baca Juga: Pasar Modal Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Sosial, IHSG Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

"Tanaman sawit itu seperti manusia. Kalau sudah tua, diberi pupuk atau input sebanyak apa pun tidak akan produktif lagi. Harus diremajakan. Sayangnya, PSR hingga kini belum pernah mencapai target," bebernya di Jakarta Kamis (11/9/2025).

Program PSR terhambat persoalan legalitas lahan, status kawasan hutan, hingga keraguan petani untuk mene-bang pohon karena khawatir kehi-langan penghasilan.

Padahal, lanjut Eddy, produktivitas sawit yang diremajakan bisa meningkat hingga 2,5 kali lipat dalam 4-5 tahun. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#minyak sawit #cpo #Alami Stagnasi