Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Genjot Daya Saing Kerajinan dalam Negeri, Kemenperin dan Dekranas Perkuat Brand IKM Agar Tembus Pasar Global

Zahrotul Afkarina • Selasa, 16 September 2025 | 20:25 WIB

Kementerian Perinshustrian bersama Dewan Kaminan Nasional (Dekranas) proaktif melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri kerajinan mengukuhkan eksistensinya hingga pasar global.
Kementerian Perinshustrian bersama Dewan Kaminan Nasional (Dekranas) proaktif melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri kerajinan mengukuhkan eksistensinya hingga pasar global.

RADAR TULUNGAGUNG - Kementerian Perindustrian bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) proaktif melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri kerajinan hingga mengukuh-kan eksistensinya di pasar global.

Salah satu langkah dekranas adalah sosialisasi penguatan identitas merek (brand identity) bagi industri kecil dan menengah (IKM).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin Reni Yunita menjelaskan, kerajinan sebagai salah satu produk berbasis budaya memiliki ciri khas, nilai, prinsip, dan cerita yang menjadikannya unik dan diminati secara luas.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Naik Turun Terus? Ini Alasan Sebenarnya yang Jarang Dijelaskan dan Wajib Kamu Tahu

"Kerajinan lokal karya para perajin di berbagai daerah di Indonesia tak lepas dari nilai budaya setempat dan dapat dimanfaatkan sebagai medium untuk memper-kenalkan budaya Indonesia kepada dunia," ungkapnya di Jakarta Senin (16/9/2025).

Pakar ekspor dari CBI Belanda Liena Mahalli mencontohkan kisah sukses salah satu merek fesyen di Eiropa yang bermula dari toko kecil berkat identitas jenama yang kuat.

"Pentingnya IKM agar peka terhadap karakter dan kebutuhan pasar yang dituju serta terus berinovasi dan adaptif seiring zaman," ujar Liena

Baca Juga: Harga Emas Bisa Tembus Rp 2,3 Juta per Gram di Pertengahan September, Calon Pembeli Wajib Perhatikan Ini

Selain branding, Kemenperin mendukung digitalisasi pelaku IKM melalui pelatihan pemasaran digital dan e-commerce.

Tujuannya agar produk IKM tak hanya hadir secara fisik, tetapi juga eksis di platform digital global seperti Amazon, Etsy, Shopee International, hingga Alibaba.

Digitalisasi ini menjadi strategi penting dalam menjangkau pasar ekspor tanpa harus memiliki jaringan distribusi fisik yang kompleks.

Baca Juga: Pasar Modal Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Sosial, IHSG Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah 

Dengan memperkuat brand dan daya saing, Kemenperin berharap semakin banyak IKM kerajinan yang mampu naik kelas menjadi industri menengah bahkan besar.

Daya saing global bisa dicapai jika kualitas produk ditopang oleh citra merek yang kuat dan strategi pemasaran modern.

Penguatan brand menjadi kunci utama dalam mendorong produk kerajinan IKM Indonesia bersaing di pasar global.

Langkah Kemenperin melalui program pelatihan dan fasilitasi branding memberikan harapan baru bagi pelaku IKM untuk naik kelas dan memperluas pasar.

Dengan dukungan teknologi dan digitalisasi, produk kerajinan lokal siap menjangkau konsumen dunia. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#dekranas #industri kecil dan menengah #brand identity #daya saing #ikm