Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Diberi Akses Dana Rp 200 Triliun, Koperasi Merah Putih Siap Dorong Ekonomi Desa, Menkop Ferry Juliantono Bilang Begini

Shofia Indana Zulfa • Selasa, 16 September 2025 | 19:45 WIB

KDMP masih membuat desa mengalami kebingungan modal dan bidang usaha.
KDMP masih membuat desa mengalami kebingungan modal dan bidang usaha.

RADAR TULUNGAGUNG - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini siap beroperasi penuh menyusul keputusan pemerintah terkait tata cara pinjaman dan dukungan pendanaan dari bank.

Kabar ini membawa harapan baru bagi desa-desa, termasuk di Tulungagung, yang menantikan peran Koperasi Merah Putih sebagai pendorong utama ekonomi lokal.

Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi di tingkat desa.

Fokusnya mulai dari memotong rantai pasok hingga memberantas praktik tengkulak dan rentenir.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengonfirmasi bahwa 16.000 unit KDMP yang telah siap akan mendapatkan gelontoran dana Rp200 triliun dari pemerintah yang disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Baca Juga: Pemerintahan Presiden Prabowo Siapkan 8 Program Akselerasi Pembangunan dengan Nominal Besar, Ini Rinciannya

Meskipun tahap awal masih menggunakan dana Rp 83 triliun sebelumnya, percepatan pencairan dana Rp 200 triliun ini vital untuk mengoptimalkan kinerja Koperasi Merah Putih.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menambahkan bahwa dana tersebut tidak hanya untuk KDMP, tetapi juga mendukung program penyerapan tenaga kerja dan paket kebijakan ekonomi lain.

Yakni adanya penyederhanaan mekanisme pengajuan pinjaman, dengan menghilangkan persyaratan persetujuan pemerintah kabupaten/kota dan musyawarah desa khusus (Musdesus).

Proposal pinjaman pun dibuat lebih sederhana. Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bunga pinjaman KDMP dipatok hanya 2 persen, turun dari 4 persen sebelumnya, hasil instruksi pemerintah kepada Himbara.

Kebijakan ini bertujuan mempercepat penyaluran dana agar Koperasi Merah Putih dapat segera berfungsi.

Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan inisiatif strategis pemerintah yang telah diresmikan empat bulan lalu, namun sempat terkendala dukungan pendanaan.

Menurut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, program ini dirancang untuk memotong rantai pasok pangan, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, meningkatkan penjualan produk lokal, pendapatan masyarakat, dan membuka lapangan kerja baru.

Bahkan, program ini diklaim mampu menyerap hingga 1 juta tenaga kerja, menjadi solusi signifikan bagi pengangguran di pedesaan.

Zulkifli Hasan juga menekankan tujuan utama KDMP untuk memberantas tengkulak dan rentenir yang sering merugikan petani dan pelaku usaha kecil di desa dengan praktik pinjaman berbunga tinggi.

Pemerintah menargetkan sebanyak 80.000 koperasi desa Merah Putih dapat beroperasi penuh pada akhir tahun 2025, menandakan ambisi besar program ini.

Dana sebesar Rp 200 triliun yang digelontorkan pemerintah telah ditempatkan di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bersifat kredit dari bank yang dapat dimanfaatkan oleh KDMP untuk permodalan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa dana ini sudah masuk ke sistem di lima bank BUMN dan bisa segera digunakan oleh KDMP yang sudah mengajukan proposal penggunaan dananya.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Naik Turun Terus? Ini Alasan Sebenarnya yang Jarang Dijelaskan dan Wajib Kamu Tahu

Namun, pencairan dana tersebut sangat bergantung pada kesiapan koperasi itu sendiri dalam memenuhi persyaratan.

"Yang siap, koperasi, langsung bisa jalan," tegas Zulkifli Hasan, menggarisbawahi pentingnya kesiapan administrasi dan operasional.

Plafon pinjaman yang dapat diakses oleh setiap KDMP bisa mencapai Rp 3 miliar, memberikan ruang yang cukup untuk pengembangan usaha desa.

Zulkifli Hasan juga menekankan pentingnya percepatan akses agar dana ini tidak mengendap lama, mengingat kebutuhan operasional koperasi yang sudah mendesak.

Penyederhanaan prosedur pengajuan pinjaman merupakan langkah konkret pemerintah untuk mempercepat distribusi dana ke tangan koperasi.

Baca Juga: Ferry Juliantono Resmi Gantikan Budi Arie sebagai Menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih, Ini Profil Lengkapnya!

Ferry Juliantono menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi terus mengakselerasi operasional KDMP, termasuk mempersiapkan pengurus, proses pencairan, hingga teknis pengawasan.

Dalam waktu dekat, sosialisasi mengenai modul tata cara pencairan dan persiapan pengurus koperasi dalam membuat proposal bisnis akan segera dilakukan di daerah-daerah, termasuk di Tulungagung.

Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan bahwa dana dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.

Bunga pinjaman yang hanya 2 persen untuk KDMP merupakan hasil instruksi pemerintah kepada Himbara, yang sebelumnya menerapkan bunga sekitar 4 persen.

Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bahwa penyesuaian bunga ini akan membuat proses berjalan mulus dan mengurangi beban biaya bagi koperasi.

Baca Juga: Harga Emas Bisa Tembus Rp 2,3 Juta per Gram di Pertengahan September, Calon Pembeli Wajib Perhatikan Ini

Untuk memastikan dana pinjaman digunakan sesuai peruntukannya dan menghindari penyimpangan, pemerintah telah menyiapkan sistem pengawasan internal dan eksternal yang komprehensif.

Secara internal, pengawas operasi akan diemban oleh Kepala Desa, serta ada juga pengawasan langsung dari anggota koperasi itu sendiri, menciptakan mekanisme kontrol berlapis.

Selain itu, pemerintah juga telah mengembangkan sistem informasi manajemen Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang terdata secara digital.

Sistem ini memungkinkan pemantauan proses pengawasan secara termonitor dari pusat, sehingga setiap transaksi dan operasional dapat diawasi dengan cermat.

Baca Juga: Ada Banyak Tantangan Menjalankan Koperasi Desa Merah Putih, Begini Pendapat Pakar Ekonomi UGM

Langkah-langkah ini sangat penting untuk menjaga akuntabilitas dan efektivitas program dalam mencapai tujuan-tujuan ekonomi dan sosialnya.

Dengan berbagai kemudahan akses pendanaan, bunga pinjaman yang rendah, dan sistem pengawasan yang komprehensif, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk mengoptimalkan peran Koperasi Desa Merah Putih dalam menggerakkan ekonomi desa.

Kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi lembaga keuangan semata, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di seluruh pelosok negeri, termasuk Tulungagung, mewujudkan kemandirian ekonomi desa. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#ekonomi rakyat #pinjaman bunga rendah #stimulus ekonomi #Koperasi Desa Merah Putih #Prabowo Subianto #ferry juliantono #ekonomi desa #pemerintah #KDMP #zulkifli hasan #pemberdayaan desa