RADAR TULUNGAGUNG - Sport massage atau pemijatan olahraga menyimpan peluang usaha berbasis kesehatan potensial di Tulungagung.
Hal inilah yang mendasari digelarnya program Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Sport Massage yang digelar di Klub Ayo Silat, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung pada Rabu (17/9/2025).
Baca Juga: Mengenal Panjat Tebing, Olahraga yang Mengantar Indonesia Pecahkan Rekor Dunia
Kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan pemijatan olahraga (sport massage) yang efektif dalam pemulihan cedera.
Sasaran utama program adalah atlet muda, pelatih olahraga, serta masyarakat umum yang ingin memahami metode pemulihan cedera secara ilmiah sekaligus menjadikannya sebagai peluang usaha.
Kegiatan ini bisa terlaksana atas dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) yang telah memberikan dana hibah pengabdian masyarakat serta UNU Blitar yang juga memberikan dukungan sangat baik
Baca Juga: Hari Olahraga Nasional Jangan Hanya Dirayakan, Begini Cara Anak Muda Bisa Ikut Berkontribusi
Pemateri dalam kegiatan ini, Rizky Sota Dyaksa, S.Pd., M.Kes., menekankan bahwa masyarakat selama ini masih mengandalkan cara pasif, seperti istirahat, dalam menangani cedera olahraga.
“Dengan keterampilan sport massage, peserta bisa mempercepat pemulihan otot, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi rasa nyeri secara efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Eko Andi Susilo, S.Or., M.Kes., menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya menekankan aspek kesehatan, tetapi juga membuka peluang usaha di bidang terapi pijat berbasis olahraga.
“Kami berharap peserta mampu mengembangkan keterampilan ini menjadi layanan kesehatan yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ungkapnya.
Baca Juga: Buah Pengisi Pekarangan Rumah di Indonesia Ini Serbaguna, Cocok untuk Pengisi Perut Sebelum Olahraga
Menurut hasil kajian, sport massage terbukti membantu mempercepat pemulihan atlet dan menjaga kebugaran. Namun, akses terhadap layanan ini di masyarakat masih terbatas.
Karena itu, pelatihan ini diharapkan menjadi solusi praktis bagi individu yang ingin memperoleh keahlian sekaligus menambah sumber pendapatan. Kegiatan berlangsung interaktif, dengan sesi teori dan praktik yang melibatkan langsung para peserta.
Antusiasme tampak dari kehadiran puluhan peserta yang bersemangat mencoba teknik-teknik pemijatan olahraga.
Dengan adanya program ini, masyarakat Rejotangan diharapkan semakin sadar akan pentingnya pemulihan cedera berbasis ilmiah.
Sekaligus mampu memanfaatkan keterampilan tersebut untuk menciptakan peluang usaha di bidang kesehatan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana