TULUNGAGUNG - Pengembangan energi panas bumi masih terbatas jika dibanding dengan potensi yang ada.
Pengamat meminta agar ada langkah progresif untuk memaksimalkan potensi itu. Seperti implementasi kebijakan fiskal yang pro-energi panas bumi.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, kapasitas terpasang energi panas bumi Indonesia hanya 11 persen dari total potensi yang dimiliki.
"Ketersediaan ekosistem industri, komitmen, dan dukungan para pemangku kebijakan merupakan kunci utama keberhasilan pengembangan panas bumi di berbagai negara," ujar Komaidi Senin (22/9/2025).
Seperti Filipina yang memberikan dukungan fiskal hingga perizinan mampu mengoptimalkan 48,07 persen potensi energi panas bumi.
ReforMiner Institute merekomendasikan langkah strategis, antara lain mempercepat pengelolaan risiko eksplorasi, menyusun skema tarif kompetitif, memperkuat kolaborasi dengan PLN sebagai offtaker tunggal.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan bahwa energi panas bumi merupakan bagian dari agenda strategis nasional dalam memperkuat ketahanan energi dan mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon. ****
Editor : Dharaka R. Perdana