Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Serap Gabah Hasil Panen Melalui Perum Bulog, Pemerintah Gencarkan Operasi Pangan Murah

Siti Fadhilah Salsabila • Rabu, 24 September 2025 | 16:40 WIB

Bulog gencar serap gabah panen & jual beras SPHP murah demi stabilitas pangan. Pupuk subsidi pun dipastikan aman untuk petani hingga akhir tahun
Bulog gencar serap gabah panen & jual beras SPHP murah demi stabilitas pangan. Pupuk subsidi pun dipastikan aman untuk petani hingga akhir tahun

RADAR TULUNGAGUNG - Hari Tani Nasional tahun ini berbarengan dengan momen penting. Yakni musim panen yang kemudian disusul masa tanam Oktober-Maret (Okmar). Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sejumlah strategi agar petani tetap tersenyum. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut potensi produksi padi Juli-September mencapai 15,76 juta ton gabah kering giling (GKG). Jumlah itu naik 1,59 juta ton atau 11,21 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tetap menjalankan strategi penyerapan gabah hasil panen melalui Bulog. "Harganya tetap sesuai HPP Rp 6.500 per kilogram," ujarnya.

Baca Juga: Minimarket di Tulungagung Boleh Menjamur, Namun Belanja di Warung Tetap Jadi Pilihan, Alasannya Mengejutkan

Lewat gerakan pangan murah dengan distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), penumpukan stok di gudang Bulog bisa dicegah.

Tahun ini pemerintah menargetkan penjualan beras SPHP 1,3 juta ton. Hingga 21 September, realisasi penjualan sudah mencapai 401,7 ribu ton. Masih tersisa sekitar 1,098 juta ton untuk stok tahunan.

Amran meminta Bulog lebih gencar membuka operasi pangan murah. "Kami minta Bulog jual 24 jam dan jangan dipersulit," tegasnya.

Dengan begitu masyarakat bisa mendapatkan beras lebih murah dibanding harga pasar. Terbaru, operasi pangan murah digelar di Surabaya kemarin (23/9/2025).

Antusiasme warga tinggi karena beras SPHP kemasan 5 kg dijual Rp 55 ribu. Padahal harga normal di Jawa Rp 62.500 per kantong.

Baca Juga: Siapkan Skema Pelatihan Bisnis bagi Pelaku KDKMP, Pemkab Tulungagung Alokasikan Anggaran hampir Rp 1 Miliar, Ini Materinya

Pasokan Pupuk Subsidi

Selain beras, pemerintah juga memastikan stok pupuk subsidi aman hingga akhir tahun. Data Kementan per 18 September menunjukkan realisasi penyaluran pupuk mencapai 56,45 persen atau setara 5,6 juta ton dari total alokasi nasional 9,5 juta ton. 

Amran menekankan pupuk subsidi sebagai instrumen strategis menjaga stabilitas produksi pangan nasional. "Kita pastikan pupuk subsidi tersedia, cukup, dan dapat diakses petani," ujarnya.

la optimistis dengan ketersediaan pupuk dan semangat petani, peluang swasembada beras bisa tercapai lebih cepat dari target empat tahun Presiden Prabowo.

Tata kelola distribusi pupuk juga diperkuat dengan prinsip 7T: tepat waktu, jumlah, tempat, harga, jenis, mutu, dan penerima.

Pertanian Jadi Kunci Keluar dari Middle Income Trap

Dalam Rakor Percepatan Hilirisasi Komoditas Perkebunan di Jakarta (22/9), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan peran penting sektor pertanian.

Menurut dia, pertanían bisa menjadi kunci Indonesia keluar dari middle income trap. 

Baca Juga: Fantastis! Saham IPO EMAS Merdeka Gold Resources Melonjak 25 di Hari Pertama, Tembus Rp3.600 Per Lembar

Tito menekankan strategi Presiden Prabowo menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional harus disambut serius daerah. Dukungan anggaran untuk benih, pupuk, dan kelembagaan jangan disia-siakan.

"Saya berterima kasih kepada Menteri Pertanian yang telah mengumpulkan kita semua. Beliau tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan daerah," ujarnya.

Sebagai pembina pemerintah daerah, Tito memastikan kepala daerah serius mendukung program pertanian, khususnya hilirisasi. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#hari tani nasional #pertanian indonesia #operasi pangan murah #pupuk subsidi