Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Persneling Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Tulungagung Masih di Gigi 0, Kadinkop UM Beberkan Alasan Belum Jalan

Sandy Sri Yuwana • Sabtu, 27 September 2025 | 00:02 WIB

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Tulungagung, Slamet Sunarto.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Tulungagung, Slamet Sunarto.

RADAR TULUNGAGUNG – Persneling Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Tulungagung sampai saat ini masih di gigi 0.

Artinya semua desa dan kelurahan di Tulungagung masih belum menjalankan salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto itu.

Baca Juga: Diberi Akses Dana Rp 200 Triliun, Koperasi Merah Putih Siap Dorong Ekonomi Desa, Menkop Ferry Juliantono Bilang Begini

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Tulungagung, Slamet Sunarto, mengakui program KDKMP di wilayahnya hingga kini belum bisa berjalan.

Menurut dia, kondisi tersebut bukan hanya terjadi di Tulungagung, melainkan juga di banyak daerah lain di Indonesia.

Baca Juga: Ferry Juliantono Resmi Gantikan Budi Arie sebagai Menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih, Ini Profil Lengkapnya!

“Saya mengakui belum jalan. Karena dimanapun sebagian besar belum jalan, kecuali yang benar-benar mandiri. Kalau di Tulungagung, ada yang sudah mulai seperti di Boyolangu, tapi sebagian besar belum,” ungkap Slamet.

Ia menjelaskan, kendala utama terletak pada kesiapan koperasi untuk mandiri tanpa bergantung penuh pada dukungan pemerintah.

Baca Juga: Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Tak Perlu Buru-buru Gelar RAT dan Bahas SHU, Dinkop UM Tulungagung Bilang Begini

Beberapa koperasi yang sudah berjalan mampu memanfaatkan sistem swadaya dengan mekanisme pembiayaan yang diatur bersama anggota.

“Ada yang sudah menyiapkan sendiri, bekerja sama mendatangkan beras, lalu dibayar secara berkala oleh anggota. Tapi kalau mengandalkan dana dari pemerintah, implementasinya sulit karena perbankan pun dalam hal permodalan tidak mau ambil risiko terlalu besar,” terangnya.

Baca Juga: Ada Banyak Tantangan Menjalankan Koperasi Desa Merah Putih, Begini Pendapat Pakar Ekonomi UGM

Padahal isu yang beredar bahwa pemerintah pusat telah menggelontorkan dana untuk bank-bank Himbara dengan jumlah besar yang dipergunakan untuk permodalan masyarakat termasuk KDKMP.

Namun dia menyebut fakta di lapangan nanti perbankan juga tidak bisa semudah itu dalam hal memberi modal, karena resiko terjadinya kredit macet juga sangat tinggi.

"Bahkan untuk aturan sebagian dana desa akan mengcover jika terjadi kredit macet juga belum terlihat. Padahal sudah ada wacananya," terangnya

“Harapan kami, dari pusat segera ada aturan terkait permodalan agar koperasi desa ini bisa segera mandiri sehingga benar-benar menjadi penopang ekonomi kerakyatan di desa-desa,” tambahnya lagi. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #KDKMP #Presiden Prabowo #Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih