RADAR TULUNGAGUNG - Industri olahan susu Indonesia memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar makanan dan minuman (mamin) global.
Meskipun 80 persen kebutuhan susu dalam negeri masih impor, namun standar mutu dan keamanan internasional mampu dipenuhi.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut, potensi ekspor ini semakin besar seiring selesainya perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA) yang telah rampung.
Baca Juga: Kandungan Susu Lebih dari Kalsium, Kunci Hidup Bugar dan Berenergi
PT Frisisan Flag Indonesia (FFI) telah melepas ekspor produk olahan susu dalam bentuk bubuk dan kental manis senilai Rp 1,7 miliar ke Filipina dan Malaysia kemarin (2/10).
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, hal ini menunjukkan kemampuan industri dalam negeri memenuhi standar mutu dan keamanan pangan internasional.
Budi berharap, adanya Indonesia-EU CEPA dapat mendorong penetrasi produk susu Indonesia ke wilayah Eropa.
"PT FFI memiliki target ekspor pada 2025 sebesar Rp 2,1 triliun dan diproyek-sikan naik menjadi Rp 2,2 triliun pada 2026. Kami akan terus mengembangkan pasar ekspor produk susu ini. Dengan adanya Indonesia-EU CEPA, kami harap produk susu Indonesia bisa masuk ke negara-negara Eropa," ujar Budi.
Baca Juga: Mengenal Yogurt, Minuman Fermentasi Susu Probiotik yang Kaya Akan Manfaat
Tidak hanya itu, Indonesia-Canada CEPA juga membuka pasar lebih luas lagi. "Indonesia-Canada CEPA juga menjadi pasar baru bagi Indonesia. Indonesia bisa memasuki tidak hanya pasar Kanada, tetapi juga pasar Amerika Utara dengan menjadikan Kanada hub di Amerika Utara," ujar Budi.
Dia pun mengharapkan. sektor swasta seperti PT FFI untuk memperkuat pola kemitraan dengan UMKM, terutama yang memiliki produk berkaitan dengan susu. ****
Editor : Dharaka R. Perdana