Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Emas Meledak! Tembus Rp66 Juta Per Ons, Antam Memecahkan Rekor Rp2,3 Juta/Gram

Resma Putri Anggraini • Kamis, 9 Oktober 2025 | 19:45 WIB

Harga emas dunia melonjak tembus Rp66 juta per ons dan Antam cetak rekor Rp2,3 juta per gram, didorong gejolak global dan aksi beli bank sentral.(Antaranews)
Harga emas dunia melonjak tembus Rp66 juta per ons dan Antam cetak rekor Rp2,3 juta per gram, didorong gejolak global dan aksi beli bank sentral.(Antaranews)

RADAR TULUNGAGUNG – Pasar global dan domestik dihebohkan oleh lonjakan signifikan harga emas yang terus mencetak rekor baru pada Kamis (9/10/2025).

Secara global, harga emas dunia berhasil menembus angka USD4.000 per ons, yang setara dengan sekitar Rp66,1 juta per ons.

Lonjakan fantastis ini memperpanjang reli emas sepanjang tahun yang sejauh ini telah naik sekitar 54 persen.

Kenaikan harga ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global yang memaksa investor mencari aset paling aman.

Tren serupa juga melanda pasar domestik. Harga Emas batangan logam mulia produksi PT Aneka Tambang (Antam) 24 karat hari ini kembali memecahkan rekor tertingginya, menembus angka Rp2,3 juta per gram.

Berdasarkan situs resmi Logam Mulia Antam, harga emas naik signifikan Rp7.000 per gram, sehingga kini dibanderol Rp2.303.000 per gram.

Satuan terkecil 0,5 gram berada di angka Rp1.201.500. Secara total, pergerakan harga emas Antam dalam sebulan terakhir terus bergerak naik dari rentang Rp2.303.000.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 7 Oktober 2025 Tembus Rp2,2 Juta, Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Ini Pemicunya

Di pasar spot internasional, harga emas ditutup di angka USD4.013,3 per troy ons pada Rabu, 8 Oktober 2025, yang naik 0,69 persen dari hari sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Kenaikan ini genap terjadi empat hari berturut-turut, di mana selama empat hari tersebut harga terangkat 4,08 persen. Kenaikan harga emas ini disinyalir menuju kenaikan tahunan terbaik yang pernah terjadi sejak 1979.

Kondisi ini menyebabkan investor kembali memburu logam mulia sebagai aset aman di tengah gejolak pasar akibat berbagai faktor, termasuk perang Rusia-Ukraina, tarif perdagangan Amerika Serikat, inflasi berkepanjangan, dan perlambatan ekonomi di Eropa.

Semua Faktor Pendorong Muncul Bersamaan

Menurut John Meyer, analis dari konsultan SP Angel, pasar emas saat ini sedang mengalami "gerakan yang jarang terjadi". Para analis menilai bahwa kali ini, semua faktor pendorong tradisional muncul bersamaan.

Dan Smith, Direktur Pelaksana Commodity Market Analytics, menyampaikan bahwa kenaikan ini "luar biasa" dan memberikan sinyal bahwa "sesuatu yang buruk sedang terjadi, dan kita seharusnya khawatir".

Selain sentimen geopolitik, permintaan tinggi dari bank sentral global juga menjadi penopang utama harga.

Konsultan Metals Focus mencatat bahwa pembelian emas tahunan oleh bank sentral telah melampaui 1.000 metrik ton sejak tahun 2022.

Pembelian tersebut diperkirakan mencapai 900 ton tahun ini, jumlah yang dua kali lipat dari rata-rata pembelian tahunan antara 2016 hingga 2021.

Baca Juga: Harga Emas Antam Pecahkan Rekor dan Terus Menguat, Hari Ini Menembus Rp2,175 Juta per Gram

Faktor lain yang turut mendorong kenaikan adalah kebijakan suku bunga rendah di berbagai negara, yang mendorong investor mengalihkan dana ke logam mulia sebagai penyimpan nilai yang lebih aman.

David Wilson, analis dari BNP Paribas, menambahkan bahwa keengganan investor terhadap obligasi pemerintah AS berjangka panjang membuat emas menjadi pilihan investasi utama.

Proyeksi Analis: Sulit Melihat Penurunan

Meskipun harga telah mencapai titik tertinggi, para analis menilai bahwa reli emas masih berpotensi berlanjut hingga  2026.

David Wilson bahkan menyebutkan bahwa saat ini sulit untuk melihat peristiwa yang dapat tiba-tiba mengubah sentimen global, sehingga ia memperkirakan harga akan terus naik dan tidak ada tanda-tanda penurunan.

Bahkan, Goldman Sachs telah menaikkan proyeksi harga emas untuk Desember 2026 menjadi USD4.900 per ons, yang setara dengan sekitar Rp81 juta per ons. Kenaikan yang luar biasa ini juga menyeret naik harga logam mulia lain seperti perak, platinum, dan paladium.

Harga Buyback dan Rincian Antam

Seiring dengan kenaikan harga jual, harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam juga ikut naik Rp7.000 per gram. Harga buyback kini berada di angka Rp2.151.000 per gram, yang juga merupakan rekor termahal.

Baca Juga: Harga Emas Naik Sepanjang 2025, Begini Prediksi dan Cara Menangkap Peluang Investasi

Penting untuk dicatat bagi para investor, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. PPh Pasal 22 tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback. ****

Berikut rincian Harga Emas Antam Hari Ini dari 1 Gram hingga 1.000 Gram, Kamis (9/10/2025):

Editor : Dharaka R. Perdana
#pasar global #harga emas #logam mulia