RADAR TULUNGAGUNG - Estika Tata Tiara (kode saham BEEF) tengah bersiap memperluas portofolio bisnisnya ke sektor susu dan daging kerbau sebagai respons terhadap peluang yang muncul dari program pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perusahaan akan menambah kegiatan usaha sapi perah dan memulai perdagangan produk susu serta turunannya, dengan target awal memasukkan pendapatan baru sejak kuartal I 2026.
Langkah ini juga dilatarbelakangi kondisi produksi susu segar nasional yang masih belum mencukupi kebutuhan industri.
Rencana Ekspansi BEEF
BEEF akan menambah klasifikasi usaha baru (KBLI) yang mencakup sapi perah dan produksi susu, kerbau hidup potong, serta perdagangan besar hewan hidup dan produk turunannya termasuk susu.
Untuk mendukung usaha susu sapi perah, BEEF akan mendatangkan 250 ekor sapi Friesian Holstein impor dari Australia pada Oktober 2025.
Kerjasama dilakukan dengan Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU) Manggala, Banyumas, agar pengelolaan sapi perah dan produksi susu dapat dikerjakan secara mandiri dan berkualitas.
Proyeksi Keuangan & Dampak ke Pendapatan
Pada semester I 2025, BEEF mencatat pendapatan sebesar Rp3,45 triliun, naik 153,71 % dibanding periode sama tahun lalu (Rp1,36 triliun). Laba bersih naik menjadi Rp73,76 miliar dari sebelumnya Rp40,58 miliar.
Untuk mendukung usaha sapi perah mandiri, BEEF menyiapkan belanja modal Rp20 miliar.
Target awal: lini usaha susu sapi perah ini akan mulai menyumbang sekitar 10 persen dari total pendapatan perusahaan.
Tantangan dan Strategi Mitigasi
Produksi susu nasional yang rendah menjadi tantangan. Perlu peningkatan produktivitas per ekor sapi perah agar bisa menyediakan volume yang dibutuhkan.
Pengelolaan kualitas susu (higienitas, kandungan gizi) penting agar produk memenuhi standar MBG dan pasar umum. BEEF akan belajar dari institusi seperti BBPTU Manggala.
Investasi infrastruktur seperti pakan ternak yang berkualitas (hijauan dan konsentrat), tempat tinggal ternak, teknologi pemantauan kesehatan hewan diperlukan agar usaha sapi perah berjalan efisien. ****
Editor : Dharaka R. Perdana