RADAR TULUNGAGUNG - Fenomena job hugging dalam dunia kerja modern menunjukkan banyak karyawan bertahan di pekerjaan yang tidak disukai demi stabilitas finansial.
Job hugging merupakan suatu kondisi ketika seorang karyawan bertahan di pekerjaan yang tidak mereka sukai karena alasan kenyamanan atau keamanan finansial.
Dalam dunia kerja modern yang penuh tantangan, fenomena ini semakin sering ditemui di berbagai kalangan usia dan profesi.
Penyebab Job Hugging dalam Dunia Kerja Modern
Stabilitas finansial membuay banyak pekerja memilih bertahan karena gaji tetap dan tunjangan.
Bahkan suasana kerja yang familiar membuat karyawan enggan mengambil risiko pindah karena berada di zona nyaman.
Kurangnya kepercayaan diri pun memicu rasa takut gagal mencari pekerjaan baru jadi penghalang utama.
Persaingan kerja yang ketat di pasar kerja modern menuntut skill tinggi sehingga banyak orang bertahan di posisi yang ada.
Baca Juga: Yuk Mengenal Ekonomi dalam Kehidupan: Cara Kerja, Faktor, dan Manfaatnya
Dampak Job Hugging terhadap Karier
Dampak negatif: menurunnya semangat kerja, produktivitas berkurang, dan risiko burnout meningkat.
Dampak positif: memberikan rasa aman sementara terutama di kondisi ekonomi yang tidak stabil.
Cara Menghindari Job Hugging
Evaluasi diri dan tujuan karier secara berkala.
Tingkatkan keterampilan baru melalui kursus atau pelatihan online.
Bangun networking untuk memperluas peluang kerja.
Rencanakan transisi karier dengan tabungan dan strategi matang sebelum berpindah.
Baca Juga: Catat Skill Digital 2025: Keterampilan Paling Dicari Dunia Kerja!
Perbedaan Job Hugging vs Job Hopping
Fenomena job hugging sering dibandingkan dengan job hopping.
Job hugging berarti bertahan terlalu lama di satu pekerjaan meski tidak puas.
Job hopping berarti sering berpindah pekerjaan dalam waktu singkat.
Keduanya punya risiko, namun juga bisa memberi peluang karier yang berbeda. ****
Editor : Dharaka R. Perdana