Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Saham Logam Mulia Emas Antam Terus Cetak Rekor Tertinggi, Sentimen Global Mendorong Investasi

Iqbal Pangestu • Senin, 13 Oktober 2025 | 23:11 WIB
Kenaikan harga emas Antam pada Senin (13/10/2025) mencerminkan lonjakan minat terhadap aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kenaikan harga emas Antam pada Senin (13/10/2025) mencerminkan lonjakan minat terhadap aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

RADAR TULUNGAGUNG - Para investor di Tulungagung dan seluruh Indonesia kembali menyaksikan lonjakan fantastis pada harga emas, baik di pasar global maupun domestik.

Emas, sebagai aset safe haven, semakin diburu di tengah gejolak pasar yang dipicu oleh tensi geopolitik dan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Kondisi ini memberikan sentimen yang sangat positif bagi prospek harga saham logam mulia, khususnya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Harga emas Antam bahkan dilaporkan mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan hari Senin, 13 Oktober 2025, didorong oleh aksi investor yang beralih dari pasar modal yang bergejolak ke komoditas yang lebih aman.

Secara spesifik, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam Logam Mulia tercatat terbang dan menembus rekor baru pada perdagangan Senin (13/10/2025).

Di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta, harga emas satuan 1 gram dibanderol Rp 2.305.000 per batang pada pukul 08.30 WIB.

Angka ini menunjukkan kenaikan Rp 6.000 dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Kenaikan ini memperpanjang tren positif emas yang telah menguat Rp 11.000 dalam dua hari terakhir, mencatatkan harga tertinggi sepanjang sejarah, melampaui rekor sebelumnya di Rp 2.303.000 per gram.

Kenaikan harga emas yang meroket ini menjadi dorongan utama bagi sentimen positif terhadap harga saham logam mulia yang terkait dengan sektor pertambangan emas.

Baca Juga: Susul Emas, Harga Perak Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Masa, Ini Diuntungkan Safe Haven dan Lonjakan Permintaan Industri

Pergerakan harga saham logam mulia dan emas Antam ini selaras dengan tren emas di pasar global. Pada Senin (13/10/2025) pukul 08:02 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 4.036,3 per troy ons, naik 0,57% dari penutupan akhir pekan lalu.

Bahkan, pada pukul 06.03 WIB di hari yang sama, harga emas dunia di pasar spot sempat terbang ke posisi US$ 4.045,49 per troy ons, naik 0,48%.

Kenaikan ini berhasil membawa emas meninggalkan level psikologis US$ 3.900 per troy ons dan kembali bertengger di level US$ 4.000 per troy ons.

Global dan Domestik Emas Mencetak Rekor

Lonjakan harga emas dunia ini didorong oleh aksi investor yang memburu emas setelah terjadi ketegangan antara Amerika Serikat dan China.

Kebijakan tarif baru yang diancamkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, serta respons dari China yang mengancam aksi balasan dan meminta Washington menunda ancaman tarif bea masuk, telah menggemparkan pasar.

Aksi "gila" yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump ini telah mendorong investor kembali ke aset safe haven seperti emas.

Emas Antam tidak hanya mencetak rekor harga jual, tetapi juga rekor harga pembelian kembali (buyback). Harga buyback emas Antam Logam Mulia pada perdagangan Senin, 13 Oktober 2025, tercatat di Rp 2.154.000, melesat Rp 6.000.

Sepanjang pekan lalu, harga emas global juga mencetak kenaikan 3,26% secara point-to-point dan telah naik delapan minggu berturut-turut.

Bahkan, terdapat laporan video yang menyebutkan Harga Emas Antam Naik Rp6.000/gram, imbas Tensi Amerika-China.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 7 Oktober 2025 Tembus Rp2,2 Juta, Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Ini Pemicunya

Prospek Saham ANTM di Tengah Harga Emas Meroket

Kenaikan harga emas yang terus meroket hingga memecahkan rekor dinilai menjadi sentimen yang sangat positif bagi prospek saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

RHB Sekuritas Indonesia, dalam riset terbarunya, memperkirakan bahwa laba bersih Antam pada tahun 2025 dapat mencapai Rp 7,23 triliun, angka yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendapatan perseroan diproyeksikan tumbuh menjadi Rp 102,5 triliun. RHB Sekuritas bahkan menaikkan proyeksi laba ANTM untuk tahun 2025 dan 2026 masing-masing sebesar 11 persen dan 14 persen.

Analis mencermati bahwa segmen emas Antam tetap menjadi penyumbang utama laba perseroan. Momentum positif dan permintaan domestik yang kuat juga menjadi penopang utama Antam.

Namun, ada catatan penting yang harus diperhatikan: kenaikan harga emas tidak secara otomatis menaikkan margin keuntungan Antam.

Hal ini dikarenakan bahan baku pemurnian menyumbang hampir 90 persen dari total beban pokok penjualan perusahaan.

Baca Juga: Harga Emas Naik Sepanjang 2025, Begini Prediksi dan Cara Menangkap Peluang Investasi

Dampak Tensi Global pada Pasar Saham

Berbanding terbalik dengan ketangguhan logam mulia emas, pasar saham bereaksi negatif terhadap ketegangan AS-China.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka turun 1 persen dan menyentuh level 8.169, imbas langsung dari ancaman tarif yang dilontarkan oleh Trump.

Pelemahan ini terjadi meskipun sebelumnya IHSG sempat mencetak rekor tertinggi di pekan yang sama, di mana saham CUAN diborong oleh pihak asing selama sepekan.

Selain pergerakan IHSG secara umum, beberapa berita terkait pasar modal juga menunjukkan adanya volatilitas.

Saham CBRE mencatatkan transaksi yang membludak, sempat menyentuh Rp 1 triliun dalam sehari.

Sementara itu, WIKA Gedung (WEGE) dilaporkan dihantam oleh empat permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sekaligus. Gejolak ini semakin memperkuat fungsi emas sebagai aset safe haven.

Bagi para investor di Tulungagung yang ingin memanfaatkan momentum ini, penting untuk terus memantau pergerakan harga emas Antam dan menganalisis prospek saham ANTM.

Emas kini berada di level yang sangat tinggi, mendekati atau bahkan sudah mencetak rekor tertinggi global. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#saham #investasi #harga emas #logam mulia