RADAR TULUNGAGUNG - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Panjaitan, mengumumkan rencana evaluasi mendalam terhadap uji coba bansos digital yang sedang berlangsung di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 18 Oktober 2025.
Evaluasi ini penting untuk menentukan apakah sistem bansos digital berbasis Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) ini layak untuk diluncurkan secara nasional pada semester pertama tahun 2026.
Jika berhasil, program bansos digital yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan mengurangi penyimpangan ini diharapkan dapat membawa Indonesia menjadi sorotan dunia, bahkan berpotensi mengundang kehadiran Presiden Bank Dunia.
Luhut Tegaskan Perlunya ‘Studi yang Baik’
Luhut Binsar Panjaitan, saat ditemui di Hotel JW Luwansa pada Kamis (16/10/2025), mengonfirmasi bahwa ia akan memimpin rapat pada pekan berikutnya.
Baca Juga: Luhut Akui Kereta Cepat Whoosh Sudah Bermasalah Sejak Awal, Sebut Keuangan Proyek 'Sudah Busuk'
Rapat tersebut diselenggarakan khusus untuk mendengarkan hasil evaluasi dari uji coba digitalisasi bantuan sosial di Banyuwangi.
Uji coba penggunaan sistem digital untuk penyaluran bantuan sosial ini di Banyuwangi sendiri telah dimulai sejak September lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Luhut menekankan bahwa pihaknya perlu melakukan "studi yang baik dan benar" atau proper study terhadap hasil uji coba yang dilakukan di Jawa Timur tersebut sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Evaluasi ini menjadi krusial karena hasilnya akan menentukan langkah besar selanjutnya bagi penyaluran bantuan sosial di seluruh Indonesia.
Apabila hasil uji coba bansos digital di Banyuwangi dinilai sukses dan memenuhi kriteria yang ditetapkan, Luhut memiliki rencana ambisius.
Baca Juga: Kemnaker Resmi Umumkan Penerima Bantuan TKM Pemula 2025, Dorong Lahirnya Wirausaha Mandiri
Ia akan merekomendasikan agar sistem ini segera diluncurkan secara nasional.
Rencana peluncuran skala nasional tersebut ditargetkan akan terjadi pada semester pertama 2026.
Peluncuran Nasional Diharapkan Dihadiri Bank Dunia
Demi memperkuat reputasi Indonesia di kancah global, Luhut berharap agar peresmian peluncuran nasional sistem bansos digital ini dapat mengundang tokoh-tokoh penting dunia.
Salah satu tokoh yang diharapkan hadir adalah Presiden Bank Dunia, Ajay Banga.
Keterlibatan Bank Dunia dalam peluncuran nasional ini diyakini akan membuat reputasi Indonesia semakin bagus di mata internasional.
Luhut bahkan mengusulkan agar Presiden Republik Indonesia juga hadir dalam acara peluncuran tersebut.
Peluncuran bansos digital skala nasional ini, menurut usulan Luhut, dapat dilaksanakan sekitar Maret, April, atau Mei 2026.
Langkah Indonesia dalam digitalisasi bantuan sosial ini ternyata telah menarik perhatian global.
Luhut mengungkapkan bahwa Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, merasa terkesan dan kagum dengan kemajuan yang telah dicapai oleh Indonesia.
Luhut menceritakan bahwa saat berbincang dengan Kristalina Georgieva, ia menjelaskan tentang inisiatif ini, dan Georgieva merespons dengan rasa takjub melihat kemajuan signifikan yang dicapai negara.
Perlinsos: Solusi Digital untuk Transparansi
Sistem digital yang sedang dikembangkan bersama DEN ini, yang fokus pada digitalisasi bansos, dikenal dengan nama Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Perlinsos dirancang khusus untuk meminimalkan interaksi langsung tatap muka antara penyalur dan penerima.
Tujuannya utama dari desain ini adalah untuk mengurangi potensi penyimpangan atau kebocoran dana bantuan sosial.
Selain itu, platform ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi penyaluran bantuan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan.
Platform Perlinsos bekerja dengan mengintegrasikan berbagai basis data pemerintah yang sangat penting. Basis data yang diintegrasikan mencakup data dari Dukcapil, BKN, BPJS Kesehatan, BPN, hingga SAMSAT.
Integrasi data yang masif ini memungkinkan verifikasi data masyarakat yang mendaftar sebagai penerima bantuan sosial dilakukan secara otomatis.
Proses verifikasi otomatis ini memastikan bahwa bantuan sosial yang disalurkan dapat lebih tepat sasaran, mengurangi risiko salah sasaran yang selama ini menjadi permasalahan dalam program bantuan sosial konvensional.
Sistem canggih untuk digitalisasi bansos digital ini merupakan hasil karya anak bangsa.
Luhut mengeklaim bahwa proyek uji coba ini sepenuhnya dikerjakan oleh generasi muda Indonesia.
Ia juga bangga menyatakan bahwa pemerintah tidak mengeluarkan dana sepeser pun untuk pelaksanaan uji coba sistem ini.
Luhut secara aktif mendorong keterlibatan akademisi muda dalam proyek ini.
Ia menyebutkan bahwa ia meminta anak-anak muda dari institusi pendidikan terkemuka seperti ITB, UI, dan UGM untuk ikut serta dan mengambil bagian dalam pengembangan sistem Perlinsos ini.
Keberhasilan implementasi sistem bansos digital Perlinsos, jika lolos evaluasi di Banyuwangi, akan menjadi tonggak penting.
Baca Juga: Menggagas Solusi Utang Whoosh: Purbaya Minta Danantara Cicil Rp2 Triliun ke China Tanpa Bebani APBN
Ini tidak hanya akan memperbaiki efektivitas penyaluran bantuan sosial di Indonesia, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara yang maju dalam pemanfaatan teknologi untuk kebijakan publik.
Sebuah kemajuan yang telah diakui oleh tokoh-tokoh keuangan global seperti Managing Director IMF, Kristalina Georgieva.
Studi yang baik dan benar mengenai uji coba ini diharapkan dapat memberikan hasil positif sehingga rencana peluncuran nasional pada semester I-2026 dapat terealisasi. ****
Editor : Dharaka R. Perdana