RADAR TULUNGAGUNG - Pasar komoditas emas batangan di Indonesia membuka pekan ini dengan sentimen negatif, menyusul koreksi signifikan pada harga jual dan beli kembali logam mulia.
Berdasarkan data resmi logammulia.com, harga emas Antam turun kembali pada perdagangan Senin, 20 Oktober 2025.
Penurunan ini terjadi setelah logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tersebut sempat mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada akhir pekan lalu.
Penurunan yang tercatat di awal pekan ini mencapai Rp13.000 per gram, membawa harga emas batangan 1 gram kini dipatok pada level Rp2.415.000.
Kejatuhan harga di awal pekan ini mengonfirmasi tren pelemahan setelah rekor yang dicapai pada Jumat, 17 Oktober 2025, ketika emas Antam sempat menyentuh level tertinggi di Rp2.485.000 per gram.
Dengan adanya koreksi tajam ini, harga emas Antam turun Rp13.000 dari harga penutupan hari sebelumnya, Minggu (19/10/2025).
Bagi para investor, pergerakan ini menjadi sinyal penting untuk mencermati waktu terbaik masuk atau keluar dari pasar komoditas mulia.
Baca Juga: Harga Emas di Pasaran Domestik Terus Melonjak Sejak Empat Hari yang Lalu, Berikut Rinciannya
Selain harga jual, nilai buyback (pembelian kembali) emas batangan Antam juga tidak luput dari koreksi.
Sesuai dengan tren anjloknya harga jual, nilai buyback juga terkoreksi dengan besaran yang sama, yakni Rp13.000 per gram.
Dengan demikian, nilai pembelian kembali logam mulia saat ini berada di posisi Rp2.264.000 per gram, turun dari sebelumnya Rp2.277.000 per gram.
Pergerakan nilai buyback yang selaras dengan harga emas Antam turun ini berlaku untuk semua varian ukuran, mulai dari yang terkecil hingga terbesar.
Rincian Harga Varian dan Nilai Buyback
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyediakan beragam ukuran emas logam mulia, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, serta berbagai seri khusus seperti Emas Batangan Gift Series, Emas Batangan Selamat Idul Fitri, Emas Batangan Imlek, dan Emas Batangan Batik Seri III.
Harga Rp2.415.000 per gram adalah harga yang berlaku untuk emas batangan Antam berukuran 1 gram, dan harga ini belum termasuk pajak. Koreksi harga yang terjadi di awal pekan ini turut memengaruhi harga varian-varian lainnya.
Untuk ukuran terkecil, 0,5 gram, kini dijual senilai Rp1.257.500. Sementara itu, emas dengan ukuran 2 gram dibanderol Rp4.770.000.
Untuk investor yang ingin membeli ukuran yang lebih besar, harga emas 5 gram saat ini turun menjadi Rp11.850.000, dibandingkan sebelumnya di Rp11.915.000.
Varian yang lebih berat juga mengalami penyesuaian harga. Emas Antam ukuran 10 gram ditawarkan seharga Rp23.645.000, dan untuk ukuran 25 gram, investor perlu menyiapkan amunisi sebesar Rp58.987.000.
Ukuran 50 gram dijual Rp117.895.000, 100 gram dihargai Rp235.712.000, 250 gram Rp589.015.000, 500 gram Rp1.177.820.000, dan ukuran 1.000 gram dibanderol Rp2.355.600.000. Harga-harga ini adalah harga yang berlaku saat kita membeli emas dari gerai Logam Mulia.
Pentingnya Mencermati Harga Buyback bagi Investor
Setiap investor emas batangan diwajibkan mencermati dua macam harga yang ditetapkan oleh Antam, yaitu harga jual emas dan harga buyback.
Harga buyback adalah harga yang berlaku ketika investor memutuskan untuk menjual kembali emasnya kepada gerai Logam Mulia.
Dengan harga jual 1 gram sebesar Rp2.415.000 dan harga buyback Rp2.264.000, selisih (spread) antara kedua harga tersebut pada Senin, 20 Oktober 2025, tercatat sebesar Rp151.000 per gram. Selisih ini merupakan biaya yang harus diperhitungkan oleh investor dalam jangka pendek.
Potensi Untung Jangka Panjang
Meskipun harga emas Antam turun di awal pekan ini, analisis historis menunjukkan bahwa investasi emas batangan Antam masih menawarkan potensi keuntungan besar (cuan gede), asalkan investor memiliki kesabaran dan berinvestasi dalam jangka waktu yang cukup panjang.
Sebagai ilustrasi potensi untung dan rugi, bagi investor yang membeli emas dalam beberapa kurun waktu ke belakang dan menjualnya pada harga hari ini (20 Oktober 2025):
1. Investor yang membeli emas pada 20 Januari 2024, di harga Rp1.128.000 per gram, saat ini mencatatkan keuntungan 100,71 persen.
2. Investor yang membeli emas setahun lalu, tepatnya pada 20 Oktober 2024, di harga Rp1.514.000 per gram, hari ini menikmati keuntungan sebesar 49,54 persen.
3. Bahkan, yang membeli pada 20 September 2025 (Rp2.122.000 per gram) masih meraup untung sebesar 6,69 persen.
Namun, bagi investor yang masuk dalam waktu sangat dekat, koreksi harga ini bisa terasa merugikan. Contohnya, mereka yang membeli pada 13 Oktober 2025, ketika harga berada di Rp2.331.000 per gram, akan mencatatkan kerugian -2,87% jika menjualnya hari ini.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada koreksi harga, emas tetap menjanjikan keuntungan signifikan bagi penanam modal jangka panjang.
Koreksi harga emas Antam turun ini juga dipicu oleh beberapa faktor eksternal, termasuk kejutan pernyataan dari tokoh-tokoh global seperti Donald Trump terkait tarif China.
Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar global dan pernyataan penting yang dapat memengaruhi pergerakan harga komoditas mulia ini. ****
Editor : Dharaka R. Perdana