Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tantangan Ekonomi Global Semakin Kompleks, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Upaya Membangun Ekspektasi Positif

Dharaka R. Perdana • Rabu, 29 Oktober 2025 | 04:32 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan iuran BPJS Kesehatan tidak naik hingga pertengahan 2026. Pemerintah siapkan Rp20 triliun untuk pemutihan tunggakan peserta mandiri.(Antaranews)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan iuran BPJS Kesehatan tidak naik hingga pertengahan 2026. Pemerintah siapkan Rp20 triliun untuk pemutihan tunggakan peserta mandiri.(Antaranews)

RADAR TULUNGAGUNG - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya membangun ekspektasi positif dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh pemerintah adalah dengan menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun ke Bank Himbara guna menumbuhkan kepercayaan dan optimisme di kalangan pelaku usaha maupun masyarakat. 

Ketika orang menganggap atau berharap memprediksi ekonominya bagus, bisnis akan ekspansi, konsumen juga akan belanja.

Baca Juga: Didukung Gibran, Menkeu Purbaya Didesak Lanjutkan Gaya Ceplas-Ceplos dan Ungkap Solusi Pemotongan Anggaran Daerah

"Jadi saya umumkan waktu itu, bukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi yang positif tadi,” ungkap Menkeu pada Acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta pada Selasa (28/10).

Menkeu menegaskan, penyaluran dana tersebut harus dilakukan secara hati-hati dan tepat sasaran. Pemerintah memastikan mekanisme penyaluran melalui sistem perbankan dijalankan dengan ketentuan ketat agar tidak menimbulkan distorsi di pasar valuta asing maupun konsentrasi kredit pada kelompok usaha besar tertentu. 

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Sistem AI Canggih di Bea Cukai: Tindak Tegas Under Invoicing

“Sebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,” jelas Menkeu.

Meski demikian, pemerintah tidak akan melakukan intervensi langsung terhadap keputusan kredit di lapangan.

Menkeu menilai, perbankan memiliki ekspertis yang cukup untuk menyalurkan dana tersebut secara efektif ke sektor-sektor produktif.

Baca Juga: Pencairan BLT Rp 900 Ribu Dipastikan Tuntas Pekan Ini: Menkeu Purbaya Janjikan 35,4 Juta KPM Segera Terima Bantuan Tunai Tanpa Kendala

Selain itu, Menkeu juga meminta Bank Sentral agar tidak menyerap kembali dana tersebut, sehingga aliran likuiditas benar-benar menggerakkan sektor riil.

Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong persaingan positif antarbank dalam menyalurkan kredit ke proyek produktif, menurunkan suku bunga pinjaman, dan sekaligus menekan bunga deposito.

Dengan demikian, masyarakat akan lebih terdorong untuk berinvestasi dan berbelanja dibanding hanya menyimpan uang di bank.

Kebijakan ini pun mulai menunjukkan dampak nyata di pasar keuangan. Menkeu mengungkapkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebelumnya dikhawatirkan melemah, justru mengalami penguatan signifikan setelah kebijakan diumumkan. 

“Orang pasar itu pintar-pintar. Mereka akan menganalisa perkataan dalam bentuk posisinya di portofolio,” pungkas Menkeu. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Ekspektasi #Purbaya Yudhi Sadewa #menteri keuangan #tantangan ekonomi global