Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tonggak Baru Era AI Global, Investor Tesla Setujui Paket Gaji Fantastis Elon Musk Senilai US$1 Triliun

Iqbal Pangestu • Minggu, 9 November 2025 | 02:35 WIB

Paket Gaji Elon Musk senilai US triliun akhirnya disetujui investor dalam rapat di Austin, Texas, pada Jumat (7/11/2025).
Paket Gaji Elon Musk senilai US triliun akhirnya disetujui investor dalam rapat di Austin, Texas, pada Jumat (7/11/2025).

RADAR TULUNGAGUNG - Elon Musk kembali mencatat kemenangan besar yang sangat signifikan di perusahaan Tesla.

Para pemegang saham akhirnya menyetujui paket kompensasi untuk sang CEO senilai US$1 triliun atau sekitar Rp16.700 triliun.

Ini adalah keputusan penting terkait Paket Gaji Elon Musk.

Rapat pemegang saham ini digelar pada Kamis (6/11/2025) waktu setempat di Austin, Texas.

Baca Juga: Tragedi Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Polisi Selidiki Motif dan Pelaku dari Kalangan Pelajar

Keputusan menyetujui Tesla US$1 Triliun ini menjadi sinyal kuat dukungan terhadap visi jangka panjang Musk.

Keputusan ini memperkuat posisi Musk di perusahaan kendaraan listrik tersebut.

Setelah pengumuman hasil pemungutan suara, pergerakan Saham Tesla dilaporkan naik sekitar 1% dalam perdagangan setelah jam bursa.

Keputusan ini juga menunjukkan dukungan terhadap visinya untuk menjadikan Tesla raksasa global.

Baca Juga: KPK Pastikan OTT Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Terkait Skandal Mutasi dan Promosi Jabatan

Fokus utamanya adalah pada bidang kecerdasan buatan (AI) dan robotika.

Lebih dari 75% pemegang saham memberikan dukungan terhadap proposal tersebut.

Paket ini mencakup hak atas saham raksasa jika sejumlah target kinerja ambisius tercapai.

Dewan direksi Tesla sebelumnya memperingatkan bahwa Musk bisa mengundurkan diri jika paket ini ditolak.

Para pendukungnya berargumen kompensasi ini justru menguntungkan pemegang saham dalam jangka panjang.

Musk hanya akan menerima imbalan jika Tesla mencapai target besar yang sudah ditetapkan.

Secara teoritis, nilai kompensasinya bisa mendekati US$1 triliun.

Nilai kompensasi bersih yang berpotensi diterima Musk adalah hingga US$878 miliar atau sekitar Rp14.600 triliun.

Baca Juga: Berembusnya Angin Laut Laksana Pemberi Isyarat bagi Warga Tulungagung, Apa Artinya?

Imbalan tersebut diberikan dalam bentuk saham Tesla selama 10 tahun ke depan.

Target yang harus dipenuhi untuk mengaktifkan seluruh pembayaran itu sangat tinggi.

Kapitalisasi pasar Tesla harus naik dari sekitar US$1,5 triliun saat ini.

Valuasi tersebut harus mencapai US 2 triliun untuk bagian pertama pembayaran.

Baca Juga: Daftar Tradisi Indonesia yang Diakui UNESCO: Bukti Dunia Kagum pada Budaya Nusantara

Kemudian, harus terus meningkat hingga mencapai US 8,5 triliun secara bertahap.

Target operasional yang harus dicapai dalam satu dekade ke depan juga sangat ambisius.

Tesla harus mengirimkan total kumulatif 20 juta unit kendaraan ke pasar.

Target penting lainnya adalah mengoperasikan 1 juta robotaksi otonomos penuh secara global.

Selain itu, Tesla wajib menjual 1 juta robot humanoid Optimus.

Tesla juga harus mencetak laba inti tahunan yang disesuaikan hingga US$400 miliar.

Saat ini, perusahaan baru mengirimkan lebih dari 8 juta unit kendaraan secara kumulatif.

Jika seluruh pembayaran terwujud, porsi kepemilikan saham Musk akan naik dari sekitar 13 persen menjadi 25 persen.

Ini setara dengan peningkatan sekitar 423,7 juta saham.

Namun, tidak semua investor setuju dengan nilai kompensasi yang sangat besar ini.

Baca Juga: Festival Pangan Tulungagung di Kecamatan Kauman Diserbu Masyarakat, Ini Harapan Pemerintah Kecamatan Setempat

Dana kekayaan negara Norwegia secara terbuka menentang proposal tersebut.

Lembaga penasihat pemegang saham seperti Glass Lewis dan ISS juga menentang keras paket gaji tersebut.

Mereka khawatir kompensasi yang besar bisa menggerus nilai pemegang saham.

Selain menyetujui gaji, pemegang saham menyetujui investasi Tesla ke perusahaan AI milik Musk, xAI.

Langkah ini dinilai akan saling menguntungkan, meskipun ada isu konflik kepentingan.

Baca Juga: Elon Musk Dorong xAI Bangun World Models, Teknologi AI yang Diklaim Bisa Memahami Dunia

Kemampuan mobil tanpa pengemudi Tesla sangat bergantung pada teknologi AI tingkat lanjut.

xAI akan memperoleh keuntungan besar dengan menjadikan Tesla sebagai pelanggan utama.

Perpindahan markas Tesla dari Delaware ke Texas turut berperan besar dalam kemenangan Musk.

Hal ini memungkinkan Musk menggunakan seluruh hak suaranya, sekitar 15% dari saham perusahaan.

Musk juga menyindir gaya rapat perusahaan lain yang dianggap membosankan.

Ia mengatakan rapat Tesla "gila" dan luar biasa.

Musk menegaskan, apa yang dimulai saat ini bukan sekadar bab baru, tetapi seluruh buku baru dalam sejarah Tesla.

Laporan media menyebut Musk OTW menjadi triliuner pertama dunia setelah persetujuan ini.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#saham #tesla #elon musk #investor #ai