RADAR TULUNGAGUNG – Banyak pekerja muda merasa sulit menabung dengan gaji pas-pasan.
Namun, menurut Purbaya Yudhi Sadewa, langkah menuju kebebasan finansial tetap bisa dimulai, bahkan bagi mereka yang bergaji setara UMR.
Dalam penjelasannya, Purbaya Yudhi Sadewamengungkap cara praktis agar karyawan bergaji Rp5 jutaan bisa mengumpulkan Rp100 juta dalam waktu beberapa tahun.
Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, kuncinya bukan hanya pada besar kecilnya penghasilan, melainkan pada kedisiplinan dan kemampuan mengendalikan gaya hidup.
“Kalau gajinya UMR, berarti harus lebih agresif untuk menabung. Pengeluaran harus dikendalikan,” ujarnya dalam video edukatif keuangan yang viral.
Ia menegaskan bahwa cara menabung bagi karyawan bergaji UMR harus dimulai dari kebiasaan sederhana.
Salah satunya, berhemat dari pengeluaran harian yang sering kali tidak disadari menguras dompet, seperti makan di luar dan kebiasaan jajan mahal hanya untuk gaya.
Hemat dari Dapur Sendiri
Langkah pertama yang disarankan Purbaya Yudhi Sadewa adalah memasak makanan sendiri.
Ia menilai, makan di kafe atau restoran bisa memakan porsi besar dari gaji bulanan, sementara memasak sendiri jauh lebih murah dan sehat.
“Jangan takut masak sendiri. Masak sayur, taruh di lunchbox, bawa ke kantor. Itu bisa menghemat signifikan,” ujarnya.
Dengan kebiasaan sederhana itu, pekerja bisa menghemat 20–30 persen dari gaji.
Dari penghasilan Rp5,4 juta, misalnya, pekerja bisa menabung Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan.
Dalam dua tahun, jumlah itu bisa berkembang menjadi Rp24 juta hingga Rp30 juta, belum termasuk bunga dan hasil investasi.
Kendalikan Gaya Hidup dan Pengeluaran
Selain makan, Purbaya menyoroti pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
“Cari titik-titik di mana kamu bisa hemat tanpa merusak kualitas hidup,” katanya.
Menurutnya, banyak pekerja terjebak dalam pengeluaran kecil tapi rutin, seperti nongkrong di kafe, langganan aplikasi berbayar, atau membeli barang yang tidak dibutuhkan.
Dengan mengontrol gaya hidup konsumtif, ruang untuk menabung jadi jauh lebih besar.
Menabung Bukan Berarti Tidak Bersenang-senang
Purbaya menekankan bahwa berhemat bukan berarti hidup tanpa kesenangan.
Ia justru mendorong pekerja muda untuk menyeimbangkan antara kebutuhan finansial dan kebahagiaan pribadi.
“Hidup bisa tetap fun, tapi jangan boros,” ucapnya.
Setelah memiliki tabungan cukup, barulah mulai belajar berinvestasi.
“Kalau uangnya sudah terkumpul, bagi dua. Separuh di deposito, separuh lagi diinvestasikan,” saran Purbaya Yudhi Sadewa.
Naik Kelas ke Investasi
Bagi pemula, investasi bisa dimulai dari reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana saham.
Setelah memahami mekanismenya, pekerja bisa beralih ke pasar saham secara langsung.
“Belajar investasi jangan lama-lama. Dua atau tiga bulan cukup untuk paham dasarnya,” ujarnya.
Purbaya juga mengingatkan pentingnya diversifikasi agar risiko terkelola dengan baik.
“Kata investor, jangan taruh semua telur di satu keranjang. Sebar investasi di beberapa instrumen,” katanya.
Sebagai contoh, jika seseorang sudah memiliki Rp100 juta, maka pembagian yang disarankan adalah:
-
25 persen di reksa dana pasar uang,
-
25 persen di reksa dana saham,
-
25 persen di deposito, dan
-
25 persen sisanya di aset alternatif seperti crypto, asalkan paham risikonya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Nonaktif? Ikuti Cara Registrasi Ulang Ini Supaya Layanan Kesehatan Kembali Aktif!
Kedisiplinan Jadi Kunci
Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, rahasia utama membangun kekayaan bukan terletak pada jumlah gaji, tetapi pada kebiasaan finansial yang sehat.
“Kalau kamu disiplin menabung dan mau belajar investasi, Rp100 juta itu bukan mimpi. Bisa tercapai dalam dua tahun,” tegasnya.
Ia menutup dengan pesan agar anak muda tidak menunda mulai menabung.
“Mulailah dari sekarang. Jangan tunggu gaji besar untuk mulai menata keuangan,” kata Purbaya.
Dengan disiplin dan strategi yang benar, pekerja bergaji UMR pun bisa punya tabungan dan investasi yang tumbuh konsisten, tanpa harus mengorbankan kenyamanan hidup.***
Editor : Vidya Sajar Fitri