RADAR TULUNGAGUNG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG Menguat) kembali dibuka di zona hijau pada perdagangan pagi hari Kamis, 13 November 2025. Indeks acuan ini naik signifikan sebesar 0,29% mencapai level 8.412,82.
Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen positif global dari Bursa Asia Kompak Hijau. Investor global masih terus memantau perkembangan penyelesaian isu Voting Shutdown AS.
Nilai transaksi pagi hari ini mencapai Rp 249,45 miliar melibatkan 402,58 juta saham. Saham Bank Central Asia (Saham BBCA BBRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi yang paling ramai ditransaksikan pada awal perdagangan.
Sebanyak 249 saham tercatat naik pada sesi pembukaan perdagangan. Sementara itu, 57 saham mengalami penurunan dan 307 saham lainnya tidak bergerak.
Saham CSIS, MORA, dan MPRO mencatatkan kenaikan persentase paling besar. Transaksi ini terjadi dalam 36.725 kali transaksi hingga sesi pagi.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi IHSG berpotensi menguat kembali. Prediksi ini seiring dengan pergerakan bursa saham Amerika Serikat.
Fanny memperkirakan level support IHSG hari ini berada di kisaran 8.320 hingga 8.350. Sementara itu, level resistance diperkirakan mencapai 8.450 sampai 8.500.
Pada perdagangan Rabu (12/11), IHSG ditutup naik 0,26%. Kenaikan tersebut disertai net buy asing sebesar Rp337 miliar.
Saham yang paling banyak dibeli asing kemarin adalah BMRI, BBCA, BREN, BBNI, dan UNTR. Total transaksi harian hingga pukul 09.19 WIB mencapai Rp2,591 triliun.
Pasar saham Asia-Pasifik secara mayoritas menunjukkan penguatan pada perdagangan Kamis.
Investor global menyambut baik kabar bahwa pemerintah AS diperkirakan akan segera beroperasi kembali.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,23% pada awal perdagangan hari ini. Indeks Topix Jepang juga bertambah 0,62% dan mencetak rekor tertinggi baru.
Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat signifikan sebesar 1,07%. Indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga melonjak sangat tinggi hingga 2,52%.
Namun, indeks S&P/ASX 200 Australia justru turun tipis 0,25% di sesi pagi. Kontrak berjangka Hang Seng Index Hong Kong menunjukkan pembukaan yang cenderung lebih rendah.
Pasar saham berjangka AS bergerak melemah di jam perdagangan Asia. Hal ini terjadi setelah rotasi sektor mendorong Dow Jones Industrial Average mencetak rekor baru.
Baca Juga: MSCI Ubah Metodologi Indeks, Tekanan Jual Saham Besar Bikin IHSG Anjlok 1,87 Persen
Pada perdagangan Rabu waktu setempat, Dow Jones naik 0,68% menjadi 48.254,82. Indeks ini sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa (rekor penutupan tertinggi).
Sementara Indeks S&P 500 bergerak datar, ditutup naik tipis 0,06%. Sebaliknya, indeks teknologi Nasdaq Composite justru turun 0,26% dan berakhir di 23.406,46.
Investor beralih dari saham teknologi besar dan fokus pada isu berakhirnya penutupan pemerintah AS yang bersejarah. Sentimen Voting Shutdown AS dan inflasi AS akan terus menjadi pencermatan utama pelaku pasar.
Dari dalam negeri, sejumlah isu di DPR juga bisa menjadi sentimen pasar hari ini. Pasar terus bergerak dinamis merespons sentimen domestik dan global.***
Editor : Vidya Sajar Fitri