RADAR TULUNGAGUNG - Pergerakan pasar saham jelang perdagangan Selasa (16/12/2025) kembali menjadi perhatian investor.
Rekomendasi saham Selasa 16 Desember 2025 banyak diburu pelaku pasar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin.
Meski IHSG berakhir di zona merah, sejumlah saham berfundamental kuat justru mencatatkan penguatan signifikan.
Secara teknikal, IHSG sempat dibuka menguat pada awal perdagangan, namun berbalik turun hingga penutupan.
Koreksi ini bukan disebabkan oleh saham perbankan utama, melainkan tekanan dari saham-saham berkapitalisasi besar non-fundamental, termasuk saham milik konglomerat Prajogo Pangestu yang pergerakannya sangat memengaruhi indeks.
Kondisi ini membuat rekomendasi saham potensial pada hari ini perlu disikapi lebih selektif.
Meski IHSG melemah, saham-saham perbankan besar seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) justru menguat cukup solid.
Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan indeks lebih bersifat teknis dan tidak sepenuhnya mencerminkan pelemahan minat beli pasar.
IHSG Masih Uji Resistance
Dari sisi teknikal, IHSG masih tertahan di area resistance 8.790. Selama belum mampu menembus level tersebut, potensi pergerakan sideways hingga koreksi jangka pendek masih terbuka.
Investor disarankan tetap waspada, terutama karena IHSG saat ini berada di area puncak historis.
Aktivitas investor asing juga patut dicermati. Pada perdagangan terakhir, asing tercatat melakukan aksi jual bersih terbesar pada saham Bumi Resources. Distribusi asing di saham BUMI mencapai lebih dari Rp600 miliar, disusul saham Dewa, Antam, dan beberapa saham berisiko tinggi lainnya.
Perbankan Jadi Penopang Pasar
Di sisi lain, asing justru aktif mengakumulasi saham perbankan. Bank Mandiri mencatatkan net buy asing lebih dari Rp200 miliar dan harga sahamnya naik sekitar 3 persen.
Bank BCA juga diborong asing dengan nilai mendekati Rp190 miliar, menguat lebih dari 2 persen.
Saham Bank BRI dan Bank BNI turut mencatatkan akumulasi asing dan kenaikan harga signifikan. Kondisi ini membuka peluang bahwa sektor perbankan masih berpotensi menjadi penopang utama IHSG dalam jangka pendek, terutama pada awal perdagangan Selasa.
Secara teknikal, BBCA memiliki peluang melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di atas area 8.300 dengan target terdekat 8.400.
BMRI berpotensi melanjutkan tren naik apabila mampu bertahan di atas level psikologis 5.000. Sementara BBRI dan BBNI menunjukkan pola breakout yang masih berpeluang berlanjut.
Pasar Global dan Sentimen Penunjang
Dari global, pasar Asia didominasi pelemahan. Indeks Nikkei, Hang Seng, dan Kospi ditutup di zona merah dengan koreksi cukup dalam.
Kondisi ini menjadi faktor eksternal yang perlu diwaspadai investor domestik pada perdagangan besok.
Baca Juga: Peringatan Keras untuk Investor! Harga Bitcoin Anjlok Tajam, Sentuh Level USD105.000
Sementara itu, harga Bitcoin masih bergerak sideways di bawah resistance USD94.000. Tren jangka panjang masih bullish, namun dalam jangka pendek cenderung konsolidasi.
Harga emas dunia juga mengalami kenaikan mendekati area resistance, dipicu oleh ketidakpastian geopolitik dan potensi akumulasi emas oleh bank sentral sejumlah negara.
Nilai tukar rupiah relatif stabil di kisaran Rp16.600 per dolar AS. Stabilitas rupiah dinilai cukup positif dan memberikan ruang bagi pasar saham untuk bergerak lebih tenang di tengah tekanan global.
Saham BRMS, BUMI, dan DEWA Perlu Waspada
Untuk saham sektor tambang, BRMS mengalami koreksi lebih dari 8 persen setelah reli tajam sebelumnya.
Secara teknikal, tren BRMS belum patah selama mampu bertahan di area support 1.110–1.120. Namun volatilitas tinggi membuat saham ini lebih cocok untuk trader berpengalaman.
Saham BUMI dan DEWA justru menjadi saham yang paling banyak didistribusi asing. BUMI ditutup turun lebih dari 6 persen dan DEWA terkoreksi sekitar 10 persen.
Tekanan jual asing yang besar membuat kedua saham ini berisiko melanjutkan koreksi apabila gagal kembali ke atas level resistance terdekat.
Dengan kondisi tersebut, rekomendasi saham besok Selasa 16 Desember 2025 cenderung mengarah pada saham perbankan besar yang masih mendapat dukungan akumulasi asing.
Sementara saham-saham volatil disarankan untuk dicermati dengan manajemen risiko ketat, mengingat potensi fluktuasi masih sangat tinggi. ****
Editor : Dharaka R. Perdana